Opini

Kejernihan Hati Seorang Pemimpin

Sejumlah sikap, cara berfikir dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Cara-cara itu menentukan kesuksesan mereka dalam memimpin.

Kejernihan Hati Seorang Pemimpin
net
Pemimpin adalah sosok yang memiliki sejumlah sikap dan cara berfikir yang positif 

Kejernihan Hati Seorang Pemimpin 

Oleh : MACHASIN

DOSEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS RIAU

Dari hasil pengamatan terhadap perilaku dan kebiasaan seorang pemimpin dalam kesehariannya, sebagian besar dari mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk istirahat selama jam kerja.

Waktunya tersita  untuk : menandatangani dan menyelesaikan surat-surat, berbicara melalui telpon, memimpin rapat, dan menerima tamu.  Bahkan kesempatan minumpun dilakukan pada saat rapat, demikian juga waktu makan dilakukan sambil bernegosiasi.  

Sementara itu saat ada waktu luang, dimanfaatkan oleh bawahan untuk konsultasi menyangkut pekerjaan. Belum lagi menerima tamu yang tidak teragendakan, seperti menerima mahasiswa,  panitia seminar, dosen, LSM ,wartawan , sampai dengan kontraktorpun  bila memungkinkan akan menerobos menemui sang pengambil keputusan.

Artinya pekerjaan seorang top level sebenarnya sangat berat dan memiliki resiko tinggi. Namun dibalik pekerjaan yang berat dan beresiko tersebut terdapat harapan spektakuler dari diri seorang pemimpin. Yakni dirinya ingin dihargai, disegani  dan dihormati, bisa jalan-jalan keliling negeri atas nama jabatan yang melekat pada dirinya.

Di samping itu sebagai seorang pemimpin tentu secara financial akan memperoleh timbangan nilai yang jauh lebih besar dari yang dipimpin.

Baca: Gerhana Bulan Supermoon Malam Ini, Berikut Niat, Hukum dan Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Baca: Istri Meninggal Dunia, Ustadz Maulana Sempat Pingsan, Ini Penyebabnya

Baca: Keluar Ruang Rapat, Suhardiman Amby Tenteng Dua Kotak Kue. Sebut Pimpinan DPRD Riau Konyol

Pemimpin Revolusioner 

Seorang pemimpin yang revolusioner adalah seorang yang memiliki kemampuan meneropong jauh kedepan, dia tidak hanya melihat masa depan yang tidak dilihat orang lain, tetapi mereka mampu melihat potensi yang belum termanfaatkan dari tenaga kerja,  merekapun percaya bahwa tingkatan yang lebih tinggi masih mungkin dicapai.

Ia akan mampu menentukan tujuan yang jelas, berkomunikasi secara terbuka, menghargai orang lain dan memperlakukan mereka dengan pantas, meminta pertanggungjawaban orang lain, dan menciptakan hubungan saling menghargai.

Halaman
1234
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved