Ingatkan Aturan Kampanye di Medsos, KPU Riau: Jangan Sebar Hoax dan Kebencian

Para caleg diizinkan kampanye menggunakan akun medsos yang sudah didaftarkan ke KPU Riau.

Ingatkan Aturan Kampanye di Medsos, KPU Riau: Jangan Sebar Hoax dan Kebencian
ist
Logo KPU 

tribunpekanbaru.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau mengingatkan para calon anggota legislatif (caleg) dan partai politik peserta pemilu, untuk mematuhi aturan main dalam melakukan kampanye di media sosial.

Para peserta pemilu hanya dibenarkan menggunakan akun media sosial yang telah didaftarkan di KPU, untuk melakukan sosialisasi dan kampanye.

"Ini harus diperhatikan akun media sosialnya, terutama Facebook yang dibuat untuk sosialisasi, harus yang didaftarkan di KPU. Aturan mainnya seperti itu," ujar Komisioner KPU Riau, Ilham Yasir kepada Tribun, Selasa (22/1).

Jika menggunakan akun lain selain yang didaftarkan di KPU, maka itu menyalahi aturan yang sudah ditetapkan. Karena yang dibenarkan hanya menggunakan akun bersangkutan yang sudah terdaftar di KPU.

"Kalau memang ada di luar itu, melanggar, bisa punya potensi dilaporkan ke Bawaslu," ujar Ilham.

Ditambahkan, masyarakat juga dipersilakan untuk melapor jika ada peserta pemilu yang diduga menyalahi aturan saat menggunakan media sosial sebagai sarana kampanye. Laporan bisa disampaikan langsung ke pengawas pelaksanaan pemilu yakni Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama Sentra Gakkumdu, yang akan melakukan proses penegakan hukum. "Silahkan masyarakat juga ikut mengawasi," tuturnya.

Ilham Yasir juga menambahkan, dalam melakukan sosialisasi tentunya harus menggunakan bahasa yang santun, dan jangan sampai menebar kebencian apalagi menyampaikan hoax.

Medsos Pribadi
Komisioner Bawaslu Riau, Neil Antariksa, juga mengingatkan para caleg menjaga etika dalam berpolitik, dan tidak menyampaikan informasi hoax serta menebar kebencian. "Di media sosial seperti Fb tidak ada masalah, silahkan manfaatkan, namun harus menggunakan medsos dengan cerdas juga santun," katanya Selasa (22/1).

Menurutnya, melakukan kampanye di akun sendiri kepada teman-teman caleg bersangkutan, tidak melanggar aturan. "Kecuali berbayar di media sosial dan media online, itu baru tidak benar. Selagi menggunakan akun medsos pribadi, ya silahkan," jelasnya.

Namun begitu, sejumlah caleg mengaku masih ragu-ragu untuk menggunakan medsos sebagai sarana kampanye. Hal ini disebabkan aturan yang ada di Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dianggap cukup ketat.

"Kami sangat hati-hati juga sosialisasi melalui media sosial. Memang sekarang ini aturannya lebih ketat bila di banding sebelum-sebelumnya," jelas caleg Perindo untuk DPR RI yang juga ketua Perindo Riau, Ahmi Septari kepada Tribun. (uha)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved