Bengkalis

KM Berlian Laut Angkut 2.750 Kayu Teki Tak Berdokumen Dibawa ke Malaysia, Kepergok Kapal Patroli

KM Berlian Laut dengan muatan kayu teki sekitar 2.750 batang diamankan Kapal patroli BKO Kantor Wilayah Bea Cukai Riau.

KM Berlian Laut Angkut 2.750 Kayu Teki Tak Berdokumen Dibawa ke Malaysia, Kepergok Kapal Patroli
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Bea Cukai Riau Tangkap Kapal Pengangkut Kayu Teki Alias Bakau di Perairan Bengkalis 

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Kapal patroli BKO Kantor Wilayah Bea Cukai Riau dengan nomor lambung 20004 memergoki sebuah kapal mengangkut kayu di Perairan Toron Putih Bengkalis, Senin (21/01/2019) dini hari.

Kapal yang diamankan merupakan kapal motor Berlian Laut dengan muatan kayu teki alias bakau dengan jumlah sekitar 2.750 batang.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Bengkalis Mochammad Munif, Selasa (22/01/2019) mengungkapkan, kapal Berlian Laut mengarah ke utara perairan Bengkalis.

" Dari hasil pemeriksaan kapal yang diberhentikan ini ternyata tidak memiliki dokumen untuk mengangkut kayu," ungkap Munif.

Kapal patroli lalu membawa kapal Berlian Laut ini bersama awak kapalnya ke kantor Bea Cukai Bengkalis.

"Jadi setelah kita menerima pelimpahan ini, langsung melakukan penyelidikan dan pencacahan barang bukti kayu yang diangkut kapal. Diketahui jumlah kayu teki yang diangkut berjumlah 2.750 batang," tambahnya.

Menurut Munif, dari keterangan sementara dari tiga orang awak kapal kayu teki yang mereka bawa ini berasal dari Kepulauan Meranti.

Rencananya akan dibawa ke Malaysia tepatnya daerah Batu Pahat.

"Keterangan awak kapal barang ini dibawanya dari Selat Panjang, mereka juga merupakan warga Kepulauan Meranti," jelasnya.

Tiga awak kapal ini diantaranya TH sebagai nakhoda kapal, kemudian T dan F anak buah kapal.

Ketiganya warga Kepulauan Meranti, sampai saat ini masih dalam pemeriksaan petugas Bea Cukai Bengkalis.

"Kita masih melakukan pemeriksaan dan belum menetapkan tersangka. Namun sudah mengarah pelanggaran Kepabeanan UU nomor 17 tahun 2006 pasal 102A huruf a junto e mengarah terkait penyelundupan ekspor dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara serta denda paling banyak 5 miliar rupiah," terangnya. (*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved