Penanganan Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak Tahun 2018 di Inhu Menurun

Jumlah kasus yang paling banyak ditangani adalah kasus pencabulan sebanyak 16 kasus, persetubuhan 9 kasus dan perkosaan sebanyak 8 kasus.

Penanganan Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak Tahun 2018 di Inhu Menurun
tribunpekanbaru/byntonsimanungkalit
Dinas PPPA Inhu mengunjungi dan mendampingi dua orang anak yang menjadi saksi korban pembunuhan ibunya di Kecamatan Peranap beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang tahun 2018 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menurun bila dibandingkan tahum 2017.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Inhu, jumlah penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang tahun 2018 sebanyak 57 kasus.

Pada tahun 2017 lalu, jumlah penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak yang ditangani sebanyak 62 kasus.

Pada tahun 2018 tersebut jumlah kasus yang paling banyak ditangani adalah kasus pencabulan sebanyak 16 kasus, persetubuhan 9 kasus dan perkosaan sebanyak 8 kasus.

Baca: 105 Anak dan Perempuan di Pekanbaru Alami Kekerasan, 81 Anak Korban Kekerasan Seksual dan Fisik

Baca: Kasus Kekerasan Terhadap Anak Tinggi di Pekanbaru, Faktor Ekonomi jadi Satu Pemicu

Baca: Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Tinggi Tahun 2018,Ini Tanggapan Wako Pekanbaru

Berbeda dengan tahun 2017, jumlah kasus yang paling banyak ditangani adalah penjambretan atau pencurian sebanyak 10 kasus, perkosaan sebanyak 9 kasus, dan persetubuhan sebanyak 8 kasus.

Sementara itu dari berdasarkan data tersebut, di tahun 2018 diketahui terjadi kasus-kasus yang tidak pernah terjadi sepanjang tahun 2017, diantaranya sodomi, aborsi, penganiyaan, pornografi, narkoba dan kekerasan fisik.

Catatan PPPA Inhu sepanjang tahun 2017 lalu, kasus-kasus tersebut tidak pernah tercatat.

Sementara itu di awal tahun 2019 ini, Dinas PPPA sudah menangani lima kasus.

Wardiati, Kepala Dinas PPPA menyampaikan penurunan kasus tersebut juga menggambarkan kesadaran masyarakat yang terus meningkat.

"Sosialisasi yang terus kita lakukan meningkatkan kesadaran masyarakat," katanya, Rabu (23/1/2019).

Dalam menangani kasus, Dinas PPPA Inhu juga bermitra dengan Polres Inhu.

Baca: Siap-siap Mati Lampu, Jadwal Pemadaman Listrik di Pekanbaru dan Sekitarnya Rabu 23 Januari 2019

Baca: Reaksi Penumpang Hari Pertama Bagasi Berbayar Lion Air, Pindahkan Bawaan ke Tas hingga Geleng Kepala

Baca: Target 2 Emas di Popnas 2019 Papua, Pelatih Tenis Meja PPLP Riau Pilih Lakukan Ini

Disamping itu, Dinas PPPA juga memiliki P2TP2A yang terdiri dari berbagai kalangan profesi sehingga maksimal memberikan pendampingan kepada perempuan dan anak yang menjadi korban.

Tahun 2019 ini, Dinas PPPA juga menganggarkan rumah aman bagi para korban.

"Jadi tahun 2019 ini ada anggaran sebesar Rp 18 juta untuk penyediaan rumah aman bagi para korban. Rumah aman ini sangat perlu untuk keselamatan anak dan perempuan yang menjadi korban selama penanganan kasus. Ini sebagai bentuk antisipasi saja," kata Wardiati. (*)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved