Pengingat Pakai Lampu Indikator, KPU Berencana Ubah Format Debat Capres Kedua

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana mengubah format debat kandidat presiden kedua, 17 Februari mendatang.

Pengingat Pakai Lampu Indikator, KPU Berencana Ubah Format Debat Capres Kedua
twitter@karniilyas
Indonesia Lawyer Club Selasa (22/1/2019) mengangkat tema tentang debat capres 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana mengubah format debat kandidat presiden kedua, 17 Februari mendatang.

Perubahan tersebut dilakukan agar kedua capres bisa rileks saat menyampaikan pernyataan.

"Kita akan olah bagaimana membuat kandidat ini rileks sehingga dia mampu menyampaikan pesan-pesannya lebih baik, detail, mendalam. Ya mulai dari yang teknis sampai substansi," kata Ketua KPU Arief Budiman kemarin.

Lebih jauh Arief bersama kedua tim kampanye baik TKN maupun BPN tengah berdiskusi soal sikap para kandidat untuk debat kedua.

Pilihannya, apakah kedua kandidat yang berada di atas panggung bakal disediakan kursi untuk duduk atau cukup berdiri dengan kedua kakinya.

Pilihan itu bertujuan agar para kandidat bisa merasa lebih santai dan tidak kaku saat menjawab pertanyaan dari moderator.

"Kita beri pilihan apakah nanti kandidat duduk saja, dan pas ditanya mereka berdiri, atau tidak pakai kursi hanya pakai podium saja, atau bahkan dengan menggunakan sofa misalnya," kata Arief.

Selain itu, debat kedua nanti juga tidak lagi memakai suara pengingat penanda waktu menjawab sudah habis. Suara pengingat itu bakal diganti dengan lampu indikator seperti lampu lalu lintas, hijau, kuning dan merah.

"Misalnya, satu menit pertama warnanya kuning, menit kedua warnanya hijau, menit ketiga warnanya biru, menit keempat warnanya merah. Jadi, kandidat tahu kalau warnanya merah itu sudah melebihi durasi," ujar Arief.

Tak hanya itu, KPU juga akan mengatur alokasi waktu dari setiap segmen seperti durasi menjawab para pasangan calon. Namun hal tersebut hanya perubahan teknis semata.

Halaman
12
Editor: kasri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved