Ada Akun Facebook Tuding Bupati Inhil Punya Simpanan Guru, Ini Sikap Bupati HM Wardan

Akun tersebut memajang foto beberapa wanita yang diduga guru, dan melabelinya dengan tulisan "pela*** Wardan."

Ada Akun Facebook Tuding Bupati Inhil Punya Simpanan Guru, Ini Sikap Bupati HM Wardan
tribunpekanbaru
Screenshoot akun Facebook yang diduga melempar fitnah kepada Bupati Inhil, HM Wardan

tribunpekanbaru.com - Beberapa waktu terakhir, masyarakat Inhil dihebohkan oleh akun Facebook yang memposting foto bertuliskan 'Pela*** Wardan.' Dalam foto yang ditampilkan memperlihatkan seorang perempuan yang sedang selfie bersama 4 perempuan lain di belakangnya.

Tidak hanya bertuliskan kata–kata tidak senonoh tersebut, foto Bupati Inhil HM Wardan pun ikut di sandingkan dengan foto tersebut hingga menjadi kolase.

Menanggapi foto tersebut, Bupati Inhil, HM Wardan, mengaku kaget dan merasa fitnah dilayangkan kepadanya oleh oknum warganet yang tidak bertanggung jawab. Tidak mau tinggal diam, Wardan pun menginstruksikan jajarannya untuk menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Polres Inhil.

“Itu sesuatu yang keji dan sama sekali tidak benar. Itu murni hoaks. Saya berharap pihak berwenang dapat segera menindaklanjuti hal tersebut. Saya tidak ingin muncul persepsi negatif di kalangan masyarakat tentang diri Saya selaku kepala daerah,” ujar Wardan, Jumat (25/1) pagi.

Tidak hanya satu akun, berita serupa setidaknya diketahui disebar oleh 4 akun Facebook. Menurut Wardan, akun-akun tersebut berpotensi membuat gaduh masyarakat dan jajaran Pemkab Inhil, sehingga dapat mengganggu stabilitas sosial politik di Inhil.

“Itu hanya cari sensasi saja. Sama sekali tidak ada kebenaran yang terkandung di dalam tuduhannya itu. Saya merasa sangat kecewa dan marah dengan perilaku amoril yang dilakukan oknum netizen seperti itu,” kata Bupati kesal.

Dari foto yang dipajang di akun Facebook tersebut, diketahui salah satunya adalah wanita berinisial OS, seorang guru yang di akun tersebut fotonya dilabeli sebagai 'pela*** Wardan.'

OS sendiri mengakui foto itu adalah dirinya, dan menyebut 4 akun yang menyebar fitnah itu dikelola oleh satu orang. Menurutnya, orang tersebut sengaja mencaplok nama-nama orang lain yang dikenalnya atau menggunakan akun palsu untuk menghindari jeratan UU ITE.

“Setahu saya itu hanya dilakukan satu orang. Dia menggunakan 4 akun FB sekaligus. Nama-nama akun itu juga nama orang lain, bukan nama asli pelaku,” tuturnya Jumat (25/1).

OS mengaku sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Inhil atas pelaporannya terkait pencemaran nama baik melalui 4 akun media sosial Facebook.

“Semoga setelah memberi keterangan kepada penyidik, bisa memberikan informasi yang jelas agar pengungkapan kasus ini lebih cepat", harap OS. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved