Indragiri Hilir

Inacom Indragiri Bersinergi Bersama Petani Kelapa Inhil untuk Meningkatkan Nilai Komoditas Kelapa

Badan usaha di bawah bendera PT Indonesia Agrikultur dan Komoditas Indragiri (Inacom Indragiri).

Inacom Indragiri Bersinergi Bersama Petani Kelapa Inhil untuk Meningkatkan Nilai Komoditas Kelapa
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
Aktifitas bongkar muat di gudang Inacom Indragiri Tembilahan. 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN – Agritech inacom.id bersama dengan perusahaan lokal daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang bergerak di industri komoditas kelapa, membentuk badan usaha di bawah bendera PT Indonesia Agrikultur dan Komoditas Indragiri (Inacom Indragiri).

Inacom.id Jakarta melalui Direktur Pemasaran Inacom.id Slamet Riyanto menuturkan, terbentuknya PT Indonesia Agrikultur dan Komoditas indragiri merupakan bentuk sinergi bagi petani Kelapa di Indragiri Hilir yang terkenal sebagai penghasil kelapa terbesar di Indonesia serta untuk meningkatkan nilai komoditas kelapa.

"Atas dasar itu kami bersama pelaku usaha kelapa di Inhil membentuk perusahaan yang berbasis e-commerce, khusus untuk komoditas perkebunan," ujarnya kepada Tribun Pekanbaru, Kamis (24/1/2019).

Baca: 31 Januari 2019 Bupati Siak Bakal Resmikan 100 Persen RE Listrik Desa

Senada dengan Slamet Riyanto, Direktur PT Indonesia Agrikultur dan Komoditas Indragiri, Muhammad Sudairi, berharap sinergi ini dapat memperbesar skala usaha yang ada saat ini, dengan menggabungkan masing – masing keunggulan dari perusahaan rintisan tersebut.

“Semoga dengan kehadiran Inacom Indragiri ini dapat mengkonsolidasi para petani kelapa di wilayah Riau khususnya Inhil. Karena Sudah saatnya petani kelapa mulai bersatu untuk meningkatkan nilai tawar pada komoditas ini,” ujar Muhammad Sudairi.

Dalam konsolidasi awal menyemarakkan peta peran dalam industri kelapa di indragiri, menurutnya memang tidak mudah, apalagi nantinya akan berdampak pada banyak rantai yang terpangkas.

“Sehingga pendekatan arif dan pengelolaan yang benar adalah kunci utama dari keberhasilan eksistensi inacom indragiri di kemudian hari,” jelas Muhammad Sudairi.

Selain itu, Sudairi menambahkan, hilirisasi adalah kunci utama peningkatan nilai komoditas melalui penggunaan sistem yang mempermudah petani dalam mengatur dan memanage hasil paska panennya agar seiring dengan pengeluaran kesehariannya.

“Untuk menjadi mandiri adalah tujuan yang ingin dicapai oleh inacom indragiri untuk para petani kelapa” tegas Muhammad Sudairi.

Baca: Banyak Pejabat Terlambat, Wawako Pekanbaru Sempat Berencana Menunda Pelantikan dan Pengukuhan

Sementara itu, dalam menunjang kerjasama ini, Muhammad Sudairi menerangkan, Inacom Indragiri telah menyiapkan 2 Unit Kapal pengangkut berkapasitas 350 Ton sebagai armada transportasi penunjang, gudang, tempat Bongkar muat dan Penumpukan dengan kapasitas 650 Ton perhari serta armada transportasi darat dari beberapa mitra.

“Untuk jenis komoditas yang di konsolidasi dan dimobilisasi oleh inacom indragiri adalah Kelapa Segar, Kopra Asalan, Kopra Putih, Tempurung Kelapa, Arang Asalan, Cocofiber dan Cocopeat serta olahan lainnya,” jelasnya.

Selain Muhammad Sudairi selaku Direktur Utama, Inacom Indragiri juga memiliki Biwi Suwito Selaku Direktur Pemasaran, Direktur Operasional, Slamet Riyanto serta diisi oleh tenaga profesional lainnya yang sudah memiliki rekam jejak di komoditas kelapa yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. (*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved