Makan Gorengan Tingkatkan Risiko Kematian Dini, Penelitian 20 Tahun 31.500 Peserta Meninggal Dunia

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ merinci bagaimana gorengan mempengaruhi kesehatan manusia.

Makan Gorengan Tingkatkan Risiko Kematian Dini, Penelitian 20 Tahun 31.500 Peserta Meninggal Dunia
Kompas.com/Thinkstockphotos
Ilustrasi gorengan 

Penelitian melibatkan 107.000 wanita dan diminta mengisi kuesioner rinci tentang kebiasaan pola makan. Sejak tahun  1990-an hingga 2017, mereka terus diamati. Lebih dari 31.500 peserta meninggal dunia.

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gorengan tak bisa dilepaskan dari masyarakat Indonesia.

Menjadi makanan favorit, gorengan selalu hadir dalam setiap kesempata.

Saat santai maupun makan, gorengan selalu muncul.

Meski begitu, bukan rahasia lagi bahwa gorengan tidak baik untuk tubuh manusia.

Kini, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ merinci bagaimana gorengan mempengaruhi kesehatan manusia.

"Orang-orang tahu makan gorengan mungkin memiliki hasil kesehatan yang merugikan, tetapi ada sedikit bukti ilmiah untuk menunjukkan apa dampak buruk jangka panjang dari makan gorengan," ungkap Dr Wei Bao, asisten profesor epidemiologi dari University of Iowa dikutip dari Time, Kamis (23/01/2019).

"Secara umum, kami menemukan bahwa konsumsi gorengan dikaitkan dengan kematian secara keseluruhan," imbuh co-author penelitian ini.

Baca: Manfaat dan Cara Pakai Timun untuk Mempercantik Kulit dan Cegah Keriput Wajah

Baca: 5 Minuman yang Baik untuk Penderita Flu, Bersihkan Racun hingga Menenangkan 

Baca: Manfaat Selada Air, Tanaman yang Bisa Cegah Kanker dan Stroke tapi Mudah Dibudidayakan

Hasil ini didapatkan para peneliti melalui studi longitudinal selama 20 tahun.

Mereka mengamati 107.000 perempuan yang lebih tua dari usia 50 hingga 79 tahun.

Halaman
1234
Editor: Afrizal
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved