Kampanyekan Diri Sendiri Sebagai Caleg, Anggota BPD di Pelalawan Lolos dari Pidana Pemilu

Seorang anggota BPD di Pelalawan lolos dari pidana pemilu setelah disidang Gakkumdu.

Kampanyekan Diri Sendiri Sebagai Caleg, Anggota BPD di Pelalawan Lolos dari Pidana Pemilu
internet
logo Bawaslu

tribunpekanbaru.com - Rapat Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) pada Senin Siang (28/1) lalu di kantor Bawaslu Pelalawan, memutuskan seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Pelalawan tidak melanggar Pidana Pemilu. Sang BPD pun lolos dari ancaman hukuman pidana.

Rapat tersebut dihadiri pihak Kejaksaan dan Kepolisian. Tentunya dari pihak Bawaslu juga hadir. Rapat itu merupakan rapat kedua membahas anggota BPD tersebut.

"Unsur pidana pemilunya tidak terbukti. Jadi tidak ditindaklanjuti," kata Nanang Wartono, anggota Bawaslu Pelalawan, Selasa (29/1).

Yang disidang merupakan anggota BPD Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Kebetulan ia juga calon legislatif (caleg) dari sebuah partai. Kasus ini bermula kala saksi melihat si BPD memasang Alat Peraga Kampanye (APK). Hal ini lalu dilaporkan ke Bawaslu. Dalam Undang-undang Pemilu, BPD masuk dalam pihak yang dilarang kampanye. Masalahnya, anggota BPD Desa Makmur tersebut memasang APK miliknya sendiri, karena dia juga terdaftar sebagai caleg.

Untuk kasus ini, Bawaslu Pelalawan sampai mengundang ahli pidana dan ahli hukum tata negara. Hasilnya, dua ahli tersebut menyatakan kasus ini sebagai "Kerancuan Legislasi."

Nanang menjelaskan, yang dilarang adalah anggota BPD mengampanyekan orang lain. Namun yang terjadi di Pelalawan, anggota BPD ini mengampanyekan dirinya sendiri. "Ini yang rancu, soalnya ia pun caleg. Satu sisi ia anggota BPD yang dilarang berkampanye," ujarnya.

Tambah lagi, memang tidak ada aturan anggota BPD dilarang menjadi caleg. Yang ada hanya larangan berkampanye. Karena aturan itu, anggota BPD Desa Makmur ini lolos dari pidana pemilu. Bila terbukti, ia terancam penjara maksimal 1 tahun dan denda maksimal Rp12 juta.

"Karena sudah tahu aturannya, si BPD itu sudah mundur dari anggota BPD," terang Nanang. (pis)

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved