Karhutla Sejak Tiga Hari Terakhir di Rupat, 15 Hektare Lahan Hangus

Kebakaran melanda lahan milik warga dan semak belukar. Petugas kesulitan memadamkan karena terkendala sumber air.

Karhutla Sejak Tiga Hari Terakhir di Rupat, 15 Hektare Lahan Hangus
tribunpekanbaru
Petugas memadamkan api yang membakar lahan di Rupat sejak tiga hari terakhir. Kebarakan ini sudah melanda sekitar 15 hektare lahan.

tribunpekanbaru.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Bengkalis sejak tiga hari terakhir. Kali ini, titik api muncul di kecamatan Rupat, tepatnya di Desa Kebumen.

Kebakaran tersebut sudah terjadi sejak tiga hari terakhir, dan menghanguskan lahan seluas 15 hektare. Hal ini diungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bengkalis, Djamaluddin, Rabu (30/1) petang. Lahan yang terbakar ini merupakan lahan semak belukar serta kebun milik masyarakat.

"Untuk lahan masyarakat yang terbakar ada sekitar 2 hektare. Kemudian sisanya merupakan semak belukar," jelas Djamaluddin.

Dikatakan, sampai saat ini belum diketahui penyebab munculnya api. Namun api diketahui muncul dari semak belukar, yang kemudian terus merambat sampai ke lahan masyarakat.

Upaya pemadaman langsung dilakukan pihak Damkar Bengkalis sejak tiga hari terakhir. Terutama di sekitar lahan masyarakat, dan api pun sudah dapat dipadamkan.

"Sekarang tinggal lagi api di semak belukar yang belum bisa dipadamkan. Karena upaya pemadaman saat ini terkendala sumber air yang jauh dari titik api," jelas Djamaluddin.

Menurutnya, jarak api dengan sumber air terdekat sekitar dua kilometer. Sehingga upaya pemadaman sedikit terkendala dan pemadaman total belum bisa dilakukan. "Jadi yang kita lakukan baru upaya memblokir titik api saja agar tidak meluas. Jangan sampai membakar lahan masyarakat," terang Djamaluddin.

Pemadaman dan pemblokiran api di daerah tersebut dilakukan tim Damkar Bengkalis sebanyak dua regu. Mereka dibantu Masyarakat Peduli Api setempat, tim pemadam kebakaran perusahaan SLR yang beroperasi di Rupat, serta dibantu TNI dan Kepolisian setempat.

"Untuk peralatan pemadaman yang digunakan berupa mesin pemadam portabel, mesin Sanyo, dan peralatan pemadam perusahaan," ujarnya.

Selain sulitnya sumber air, upaya pemadaman juga terkendala cuaca di lokasi saat ini yang panas serta berangin, sehingga api yang terbakar berterbangan membakar lahan sekitarnya.

Selain kebakaran lahan di Rupat, Rabu (30/1) sore kemarin pihak Damkar Bengkalis juga mendapat laporan munculnya titik api baru di desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu. "Tapi belum ada laporan berapa luas lahan yang terbakar. Anggota sudah kita turunkan melakukan pemadaman sejak sore tadi (kemarin) sekitar pukul 16.00 WIB," jelas Djamaluddin.

Damkar Bengkalis mengimbau masyarakat untuk bersama sama menjaga area masing masing, tidak membuang puntung rokok di sembarangan tempat, terutama di lahan kering.

"Api biasanya muncul tidak hanya karena disengaja, bisa saja faktor cuaca menimbulkan kebakaran lahan. Jadi tetap waspada, kalau melihat api muncul segera padamkan, jangan tunggu membesar," katanya lagi. (sir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved