Pelalawan

Soal Teknopolitan Pelalawan, Pemkab Akhirnya MoU dengan ITB

Pembangunan kawasan teknopilitan milik Pemkab Pelalawan akhirnya melibatkan Institut Teknologi Bandung.

Soal Teknopolitan Pelalawan, Pemkab Akhirnya MoU dengan ITB
Istimewa
Bupati Pelalawan HM Harris (kiri), Mencoba Luhur Binsar (dua dari kiri) dan Rektor ITB Prof Dr Ir Kadarsah Suryadi DEA (dua dari kanan) setelah menandatangani MoU di Kampus Ganesha ITB Bandung, Rabu (30/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Palti Siahaan

TRIBUPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Pembangunan kawasan teknopilitan milik Pemkab Pelalawan akhirnya melibatkan Institut Teknologi Bandung.

Ini setelah terjadinya penandatanganan kerjasama (MoU) di Kampus Ganesha ITB Bandung, Rabu (30/1/2019).

Pemandangan tersebut antara ITB dengan Pemkab Pelalawan, ITB dengan Sekolah Tinggi Kepala Sawit Indonesia. Juga MoU antara ITB dengan PT Pindad.

Dalam MoU tersebut hadir langsung bupati Pelalawan HM Harris. Sejumlah kepala OPD Pemkab Pelalawan mendampingi Harris seperti Kepala Bappedda Syahrul Syarif.

Baca: Persiapan Porwil 2019, KONI Riau Panggil 5 Cabor Dipertandingkan

MoU sendiri juga disaksikan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Sebelumnya, kala kunjungan ke kawasan teknologi 16 Januari lalu, Menko Luhut juga meminta agar Sekolah Tinggi Kepala Sawit Indonesia kerjasama dengan ITB.

Kepala Bappeda Pelalawan Syahrul Syarif mengatakan MoU ITB dengan Sekolah Tinggi Kepala Sawit Indonesia masih sebatas umum. Kedepannya akan dipertajam lagi kerjasamanya.

"Mungkin kedepan bisa pertukaran dosen. Bisa juga mahasiswa Pelalawan magang ke ITB," ujarnya.

Rencananya, di kawasan teknopolitan, Pindad akan membangun pabrik yang menghasilkan jenis bahan bakar. Untuk proses kepala sawit ke bahan bakar, hanya ITB yang memiliki teknologinya. Sehingga MoU dengan ITB sangat penting bagi Pindad dan Pemkab Pelalawan.

Syahrul juga mengatakan bakal ada royalti ke penemu teknologi pengubah kelapa sawit ke bahan bakar. Ini juga dibahas dalam MoU tersebut.

Baca: Penyelaman Belum Dapat Dilakukan Untuk Cari Keberadaan Dasril, Tim Basarnas Hadapi 2 Kendala Ini

Dalam kesempatan itu, rombongan juga mengunjungi laboratorium ITB yang mengubah kepala sawit menjadi menjadi gasoline, premium, pertamax dan bahkan avtur. ITB lah yang memiliki katalis dalam pengolahan tersebut.

"Setelah ini, tinggal MoU dengan Pertamina lagi. Soalnya, hasil olahan pabrik di teknopolitan akan dikirim ke Pertamina," ujar Syahrul.

Pertamina yang dituju untuk menampung hasil olahan yakni Pertamina Dumai. Syahrul optimis MoU dengan Pertamina akan segera terlaksana. (*)

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved