Ada Jam Dinding Raksasa, Hanya Rp 250 Ribu

Penempatan jam dinding di dalam rumah terkadang tidak hanya diperlukan untuk kebutuhan melihat waktu.

Ada Jam Dinding Raksasa, Hanya Rp 250 Ribu
tribunpekanbaru/alex
Tren Dekorasi Rumah dengan Jam Dinding Raksasa di Pekanbaru, Rp 250 Ribu Sudah Terpasang 

PEKANBARUTRIBUN.COM, PEKANBARU - Penempatan jam dinding di dalam rumah terkadang tidak hanya diperlukan untuk kebutuhan melihat waktu.

Tapi jika letaknya pas dan sesuai dengan nuansa rumah, maka jam dinding akan menjadi bagian dari dekorasi ruangan.

Kini, muncul tren jam dinding yang memang sengaja untuk menghiasi rumah, yakni jam dinding raksasa, yang dikreasi dengan berbagai bentuk dan rupa.

Sedangkan untuk warna, terdapat tiga pilihan warna angka jam yang dapat disesuaikan dengan dinding, yakni hitam, silver dan emas. Untuk harga bahan hingga pemasangan adalah Rp 250 ribu.

"Semua yang berkilat sehingga terkesan lebih mewah, dan kalau kena cahaya, memantul, dan menjadi lebih hidup," kata Bambang Agusrianto, pengerajin jam raksasa Pekanbaru kepada Tribun, Kamis (31/1/2019).

Dikatakan Bambang, jam dinding raksasa ini terlihat unik dan mewah, namun sebenarnya menurut Bambang bahannya bukanlah barang mahal.

Ditambahkan, angka jam terbuat dari busa padat. Permukaannya dilapisi akrilik. Sedangkan jarum jam dan menit terbuat dari aluminium atau seng. Jarum tertumpu pada as yang digerakkan oleh mesin bertenaga baterai.

"Sedangkan angkanya dilem pada dinding. Untuk mesin dicantolkan pada kait yang dipaku pada dinding. Sehingga daya rekatnya kuat. Ada lapisan lem di busa padat angkanya. Jarumnya ringan agar dapat digerakkan mesinnya. Pemasangannya juga sangat mudah, bisa dilakukan pemilik rumah," ujarnya.

Untuk penempatan jam raksasa ini dikatakan Bambang bisa di taroh di ruang tamu atau ruang keluarga.

"Karena sekaligus sebagai penghias rumah, maka meletakannya biasanya di ruang tamu atau ruang keluarga, sehingga semakin memperindah susasa rumah,” bebernya.

Pemasangan jam dinding raksasa tersebut bisa di dinding bercat maupun dengan wallpaper. Menurut Bambang, jam justru lebih baik dipasang di wallpaper, untuk warna disesuaikan dengan motif wallpaper rumah.

"Selain itu, kalau pakai wallpapernya lebih mudah merekat. Jika dinding bercat, kalau kualitas catnya kurang baik maka bisa terkelupas," tuturnya. (ale)

Penulis: Alex
Editor: kasri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved