Perusahaan Perkebunan di Kaltim Tak Izinkan Pendirian TPS, Ini Respon KPU

Rencana mendirikan TPS di areal perkebunan sebenarnya merupakan upaya KPU memfasilitasi dan memudahkan karyawan perusahaan menggunakan hak pilih.

Perusahaan Perkebunan di Kaltim Tak Izinkan Pendirian TPS, Ini Respon KPU
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Sejumlah warga meramaikan sosialisasi Pemilu 2019 damai di Jalan Sudirman saat hari bebas kendaraan bermotor (HBKB), Minggu (30/9/2018). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

TRIBUNPEKANBARU.COM,KOTAWARINGIN-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Siti Fathonah Purnaningsih menyebut sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit menolak pendirian Tampat Pemungutan Suara (TPS) di areal perusahaan mereka.

Rencana mendirikan TPS di areal perkebunan sebenarnya merupakan upaya KPU memfasilitasi dan memudahkan karyawan perusahaan menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara, kata Siti di Sampit, Jumat (1/2/2019).

"Tapi karena pihak manajemen tidak menghendaki hal tersebut, maka sebagai solusinya kami meminta pihak perusahaan menyediakan mobilisasi untuk karyawan yang akan memilih di TPS terdekat," ungkapnya.

Menurut dia, penolakan pendirian TPS tersebut merupakan bukti pihak perusahaan kurang merespon pelaksanaan Pemilu 2019.

Ia juga mengungkapkan jika pihak perusahaan tidak terlalu aktif memberikan data karyawan yang nantinya memilih dalam Pemilu tahun ini.

"Data yang kami terima dari seluruh perusahaan sawit yang ada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur ada 8.000 karyawan yang nantinya memilih," beber Siti.

Berdasarkan data yang dimiliki KPU Kabupaten Kotawaringin Timur, karyawan perusahaan sawit di wilayah setempat, sebagian besar berasal dari luar Kabupaten Kotawaringin Timur.

Data pemilih dari perusahaan sawit tersebut telah diserahkan ke KPU RI untuk dipastikan terdaftar sebagai pemilih di tempat asalnya.

"Masih ada beberapa proses untuk pembuatan surat pindah memilih tersebut, salah satunya adalah harus dipastikan yang bersangkutan terdaftar di daerah asalnya," jelasnya.(*)

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved