Kampar

Mendikbud Resmikan Pembangunan Gedung Tambahan Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Bangkinang

Mendikbud Muhadjir Effendi hadiri Milad Muhamnadiyah ke -106 Pondok Pesantren (Ponpes) Mualimin Bangkinang Kota, Sabtu.

Mendikbud Resmikan Pembangunan Gedung Tambahan Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Bangkinang
Istimewa
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indoensia Prof.DR. Muhadjir Effendi hadiri Milad Muhammadiyah ke -106 di Pondok Pesantren (Ponpes) Muallimin Bangkinang Kota, Sabtu (2/2/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indoensia Prof.DR. Muhadjir Effendi hadiri Milad Muhammadiyah ke -106 di Pondok Pesantren (Ponpes) Muallimin Bangkinang Kota, Sabtu (2/2/2019).

Tidak sekedar hadir, dalam acara ini menteri tersebut turut melakukan peresmian peletakan batu pertama pembangunan gedung tambahan Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Bangkinang.

Mendikbud RI, Prof.DR.Muhadjir Effedi dalam kunjungan tersebut menyampaikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dibutuhkan pula peran pihak-pihak di luar pemerintahan.

Salah satu bentuk peran tersebut terlihat dari apa yang dilakukan Muhammadiyah selama ini.

Baca: Mengaku Sakit Perut, Izin ke Kamar Mandi, Napi Kasus Terorisme Ini Jebol Plafon Toilet untuk Kabur

Selama umur Muhammadiyah yang telah mencapai 106 tahun saat ini sudah banyak kontribusi yang diberikan terhadap dunia pendidikan.

Kontribusi yang diberikan selama ini sangat membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Saya bangga bisa hadir di acara milad Pondok Pesantren Muallimin yang merupakan binaan Muhammadiyah ini," katanya disela kata sambutannya.

Pada kesempatan ini ia mengajak masyarakat untuk menanamkan semangat para pendahulu untuk mencapai cita-cita negara di fase saat ini yang sangat rawan, era demokrasi yang bebas yang memunculkan perbedaan.

"Kita mesti terus memupuk persatuan dan kesatuan dan kerukunan bangsa dalam rangka mencapai cita-cita menjadi sebuah negara dan bangsa yang besar, maju serta siap bersaing dengan negara lain di dunia," katanya.

Baca: Piala Indonesia Ditunda Sementara, Ada Piala Presiden 2019 Tanggal 2 Maret sampai 13 April 2019

Selain itu ia menyampaikan jelang pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019 agar guru yang statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang berpihak kepada salah satu peserta Pemilu, baik pemilihan presiden maupun pemilihan legislatif.

Halaman
12
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved