Kampar

Gelapkan Premi Asuransi Senilai Rp 30 Juta, Seorang Ibu Diamankan

seorang ibu berinisial NY (45) diamankan pihak Kepolisian Sektor Perhentian Raja di rumahnya Kecamatan Tampan Pekanbaru, Kamis

Gelapkan Premi Asuransi Senilai Rp 30 Juta, Seorang Ibu Diamankan
Istimewa
Menggelapkan pembayaran premi asuransi nasabah senilai Rp 30 juta seorang wanita berinisial NY (45) diamankan pihak Kepolisian Sektor Perhentian Raja di rumahnya Kecamatan Tampan Pekanbaru, Kamis (31/1/2019) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR  - Menggelapkan pembayaran premi asuransi nasabah senilai Rp 30 juta seorang wanita berinisial NY (45) diamankan pihak Kepolisian Sektor Perhentian Raja di rumahnya Kecamatan Tampan Pekanbaru, Kamis (31/1/2019) lalu.

Pelaku diketahui menipu korban yang bernama Dadan Mulyadi (34) warga Desa Hangtuah Kecamatan Perhentian Raja.

Bersangkutan merupakan nasabah dari Asuransi Jiwa Bumiputera yang digelapkan preminya oleh pelaku yang merupakan agen asuransi perusahaan tersebut.

Dari kasus ini pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa bundel asli polis Asuransi Jiwa Bumi Putera dan bundel asli polis lainnya, kwitansi asli pembayaran premi tertanggal 7 Mei 2013 dan dua buah buku tabungan Bank BNI.

Baca: PUPR Riau Sebut Belum Ada Perubahan Jadwal Peresmian Jembatan Siak IV

Kapolsek Perhentian Raja IPTU Zulfatriano, Minggu (3/1) menjelaskan terkuaknya kasus ini berawal pada bulan Maret 2018 lalu korban mengetahui telah terjadi penipuan dan penggelapan uang premi angsuran Asuransi Jiwa Bumiputera yang dibayarkannya ke pelaku.

Sebelumnya pada akhir tahun 2012 silam, korban ditawari asuransi pendidikan Bumiputera oleh pelaku di rumahnya, saat itu pelaku menjelaskan asuransi pendidikan yang dimaksud merupakan program AJB Bumiputera untuk membantu biaya pendidikan anak dan dapat diambil pada waktu anak tersebut akan masuk sekolah, sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam perjanjian asuransi.

Mendengar penjelasan tersebut korban tertarik dan lalu mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi dan terdaftar dengan nomor polis 212102828221 yang diterbitkan tanggal 21 November 2012.

Setelah pendaftaran korban melakukan pembayaran sebesar Rp. 1.450.000,- kepada pelaku.

Pada bulan agustus 2013 pelaku menjemput uang premi yang ke 4 dan saat itu korban juga menanyakan kwitansi premi pembayaran yang ke 3, namun pelaku mengatakan bahwa kwitansi tersebut sudah diberikan dan korban mengatakan bahwa yang diberikan pelaku hanya surat titipan setoran.

Pada saat ditanya terkait itu pelaku mengatakan kwitansi ketinggalan di rumah dan berjanji bila datang ke Desa Hangtuah maka kwitansi yang dimaksud akan dibawakan.

Halaman
12
Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved