Kerugian Kapal Angkut Semen yang Tenggelam di Tanjung Jati Sekitar Rp6 Miliar

Hasil pemeriksaan Polair Polres Bengkalis, kapal tenggelam akibat faktor alam. Namun Polisi masih mendalami.

Kerugian Kapal Angkut Semen yang Tenggelam di Tanjung Jati Sekitar Rp6 Miliar
foto/tribunnews
Ilustrasi kapal tenggelam 

tribunpekanbaru.com - Satpolair Polres Bengkalis terus melakukan penyelidikan tenggelamnya kapal pengangkut semen di perairan Tanjung Jati, Minggu (26/1) silam. Dari pemeriksaan sementara Satpolair Polres Bengkalis, kapal itu diketahui milik PT Asia Samudera Hakindo, yang berkantor di Tanjung Balai Karimun.

Hal ini diungkap Kanit Gakkum Polair Polres Bengkalis, Ipda Dodi Ripo kepada Tribun, Senin (4/2). Menurutnya, dari pemeriksaan diketahui kapal berangkat dari Dumai untuk mengantarkan Semen ke Tanjung Balai Karimun pada 18 Januari 2019 lalu.

"Mereka berangkat Rabu 18 Januari dari dermaga. Sebelum keluar dari perairan Dumai mengalami kerusakan mesin dan kembali menurunkan jangkar," jelasnya.

Setelah perbaikan mesin selesai, pada 26 Januari sore kapal melanjutkan perjalan. Sekitar tengah malam kapal dihantam gelombang tinggi dan akhirnya tenggelam di perairan Tanjung Jati.

"Hasil pemeriksaan kita penyebab tenggelamnya akibat faktor alam. Namun kita masih pemeriksaan lebih lanjut, hari ini (kemarin) pihak Syahbandar sedang dimintai keterangan juga di Dumai," tambah Dodi.

Dikatakan, kerugian akibat tenggelamnya kapal kargo GT 353 ini diperkirakan mencapai Rp6 miliar. Dengan rincian kerugian kapal yang tenggelam sekitar Rp5 miliar, dan kerugian semen yang tenggelam sekitar Rp700 miliar.

Meskipun hasil pemeriksaan sementara penyebab kapal tenggelam akibat faktor cuaca, namun Polair masih melakukan pendalaman. Pemeriksaan dilakukan terkait muatan kapal.

Menurut Kanit, GT kapal tersebut 353, keterangan sementara pihak Syahbandar, GT merupakan berat kotor kapal belum termasuk muatan. Sementara berat muatan tidak ditentukan, hanya saja muatan tidak boleh melebihi ambang garis kapal yang terdapat pada kapal.

"Ini yang kita masih gali, petugas masih memeriksa Syahbandar di Dumai, selain itu juga pihak perusahaan kapal juga diperiksa," terangnya.

Selain itu, Polair Polres Bengkalis juga telah menyurati Perhubungan Laut untuk menunjuk tim ahlinya untuk dimintai keterangan. "Kita masih tunggu ahli dari Perhubungan Laut ini agar lebih jelas perkaranya," jelas Kanit.

Dalam pemeriksaan sementara, petugas juga menemukan kemungkinan adanya unsur tindak pidana lain, namun ini perlu penyelidikan lebih mendalam. Dugaan tersebut terkait kapal pengangkut ini membawa penumpang gelap. Karena ada satu penumpang selamat ternyata tidak masuk daftar awak kapal maupun penumpang kapal.

"Satu korban selamat ini atas nama Ismail, merupakan adik Ipar awak kapal Wiyono. Namun namanya setelah di cek di daftar penumpang ternyata tidak ditemukan," jelas Kanit.

Selain itu, Satpolair juga masih memeriksa surat dan dokumen kapal. "Kita masih pemeriksaan dokumen kapal yang selamatkan awak saat kapal tenggelam. Jadi masih dalam pemeriksaan," ujarnya. (sir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved