Indragiri Hilir

Parit Basirah Inhil Resmi Menjadi Kampung Nelayan

Parit Basirah, Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) diresmilkan menjadi Kampung Nelayan di bawah binaan Baznas Kabupaten Inhil.

Parit Basirah Inhil Resmi Menjadi Kampung Nelayan
Istimewa
Bupati Inhil HM Wardan berswafoto bersama masyarakat disela peresmian kampung nelayan Parit Basirrah. Parit Basirah, Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) diresmilkan menjadi Kampung Nelayan di bawah binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Inhil. 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan, COM : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, KUINDRA – Parit Basirah, Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) diresmilkan menjadi Kampung Nelayan di bawah binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Inhil.

Dengan diresmikannya Kampung nelayan ini, Bupati Inhil, HM Wardan mengungkapkan harapan besarnya, menginginkan, segenap warga Kampung Nelayan bisa menjaga kelestarian dan potensi alam yang ada di sana.

Bupati mengingatkan maayarakat untuk tidak menangkap ikan maupun udang dengan menggunakan racun dan toba.

“Karna sudah ada Undang-undang yang mengatur bila ada yang melanggar akan di kenakan sanksi berupa kurungan 6 tahun,” ujar Bupati saat meresmikan Kampung Nelayan Parit Basirah, Minggu (3/2/2019).

Baca: UPDATE Seleksi Pemain Timnas U22: 2 Pemain Asal Papua Tinggalkan Training Camp

Demi menghindari penggunaan racun tersebut, dikatakan Bupati, jajarannya di Pemerintahan Kabupaten Inhil, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan sudah melakukan sosialisasi kepada para nelayan di sejumlah daerah di Kabupaten Inhil.

“Bahkan, dalam aturan yang diberlakukan itu, juga terdapat denda sebesar Rp 1,2 Milyar yang dikenakan bagi para nelayan yang melanggar aturan, mencari ikan dengan menggunakan racun,” papar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Inhil, HM Wardan juga berkesempatan menyerahkan bantuan berupa perahu bermesin kepada sejumlah nelayan.

Baca: Dua Pelajar SD Boncengan Naik Motor, Tabrakan dengan Truk Hingga Luka Parah

Bagi warga yang mendapat zakat berupa perahu bermesin itu, Bupati Wardan berharap untuk terus dapat menjaga dan merawat agar perahu tersebut senantiasa dalam kondisi baik.

“Jangan dijual sehingga bisa berguna untuk meningkatkan mata pencarian dan ekonomi. Selalu bershalawat dan meningkatkan ibadah dan keimanan kepada Allah SWT agar kita selalu dalam lindungannya dan terhindar dari marabahaya,” pungkas Bupati yang juga didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Inhil, Mukhtar T dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil. (*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved