Indragiri Hulu

Satu Remaja Meninggal Dunia, Dinkes Catat 68 Orang Penderita DBD di Inhu

Dinkes Inhu mencatat sebanyak 68 orang menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupetan Inhu sepanjang Januari 2019.

Satu Remaja Meninggal Dunia, Dinkes Catat 68 Orang Penderita DBD di Inhu
TribunPekanbaru/Melvinas Priananda
FOTO ILUSTRASI - Fogging Cegah Demam Berdarah - Petugas melakukan kegiatan fogging terhadap kawasan perkantoran dan pemukiman di Jalan Sumatera Pekanbaru, Senin (30/1/2017). Aktifitas pengasapan tersebut dilakukan guna mencegah peredaran nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah. Tribun Pekanbaru/Melvinas Priananda 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mencatat sebanyak 68 orang menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupetan Inhu sepanjang Januari 2019.

Angka ini meningkat bila dibandingkan angka kejadian di bulan yang sama pada tahun 2018 lalu, yang mencapai 65 kasus. Sementara itu, Dinkes juga mencatat terdapat satu orang korban meninggal dunia akibat DBD di Kabupaten Inhu.

"Jumlah penderita DBD pada bulan Januari 2019, mencapai 68 kasus dan satu orang meninggal dunia di Puskesmas Sipayung, Rengat," kata Kepala Dinkes Inhu, Elis Julinarti melalui Kabid P2P Dinkes Inhu, Elda Fitriani kepada Tribuninhu.com, Senin (4/2/2019).

Korban meninggal dunia akibat DBD diketahui masih berusia 15 tahun. Meski begitu, Dinkes Inhu masih belum bisa mengklasifikasikan jumlah penderita berdasarkan kelompok usia.

Baca: Dua Pelajar SD Boncengan Naik Motor, Tabrakan dengan Truk Hingga Luka Parah

"Klasifikasi berdasarkan kelompok umur masih belum ada, karena data usia belum masuk dari masing-masing Puskesmas," kata Elda. Elda melanjutkan bahwa berdasarkan data dari masing-masing Puskesmas, jumlah penderita paling banyak berada di Desa Titian Resak sebanyak 26 kasus.

Terkait peningkatan kasus DBD ini, Dinkes Inhu terus melakukan sosialisasi pemberantasan nyamuk aedes agepty dengan rajin membersihkan lingkungan sekitar.

"Sejumlah tempat yang rutin dibersihkan adalah, bak kamar mandi atau toilet, tempat penampungan air, air jebakaj semut, air pembuangan kulkas, tempat minum burung yang jarang diganti, pot bunga, wadah limpahan air di dispenser, dan barang-barang bekas di sekitar rumah," kata Elda.

Baca: UPDATE Seleksi Pemain Timnas U22: 2 Pemain Asal Papua Tinggalkan Training Camp

Selain itu, Elda juga menjelaskan bahwa jam aktif nyamuk aedes agepty berkisar jam 09.00 Wib sampai pukul 10.00 Wib pada pagi hari dan pukul 15.00 Wib sampai dengan pukul 16.00 Wib pada sore hari.

"Oleh karena itu disarankan agar menggunakan lotion anti nyamuk terutama anak-anak saat pagi sebelum berangkat sekolah dan sore hari saat bermain," kata Elda. (*)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved