Limapuluh Kota

Dua Korban Hanyut Banjir di Pangkalan Masih Dicari, Tim Gabungan Telusuri Batang Maek 5 Kilometer

Tim gabungan telah melakukan upaya pencarian dengan menelusuri aliran Sungai Maek sejauh 5 kilometer.

Dua Korban Hanyut Banjir di Pangkalan Masih Dicari, Tim Gabungan Telusuri Batang Maek 5 Kilometer
Istimewa
Petugas BPBD Limapukuh Kota bersama SAR, Polri dan sejumlah relawan menelusuri aliran Batang Maek untuk mencari dua orang korban banjir yang dilaporkan hanyut pada Minggu (3/3/2109) kemarin. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PADANG - Pencarian terhadap dua orang korban banjir yang hanyut karena luapan Batang Maek di Lakuak Gadang, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Minggu (3/2/2019) kemarin terus dilakukan.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, Polri, dan relawan PMI, pada Senin (4/2/2019) pagi hingga malam, telah melakukan upaya pencarian dengan menelusuri aliran Sungai Maek sejauh 5 kilometer.

"Kami telah menelusuri aliran Batang Maek mulai dari lokasi kedua korban hanyut terseret arus sungai, hingga ke hilir sungai. Namun kedua korban belum ditemukan," kata Kabid Logistik Kedaruratan BPBD Limapuluh Kota, Rahmadhinol, kepada tribunpekanbaru.com, Senin (4/2/2019).

Pencarian kedua korban bernama Riki dan Febri yang merupakan warga Jorong Lakuak Gadang itu, lanjutnya, untuk sementara dihentikan, karena hari sudah laur malam.

Baca: LINK DOWNLOAD GAMES Anak-Anak di Laptop & Smartphone: Edukatif & Ada Karya Anak Bangsa

Besok pagi, kata Rahmadhinol, tim gabungan akan kembali melakukan pencarian.

"Besok, pencarian kembali kami lanjutkan. Mudah-mudahan, kedua korban bisa sesegara mungkin ditemukan. Oleh sebab itu, kami bersama tim gabungan, mohon doa dan dukungan dari masyarakat," ujar Rahmadinol.

Terkait kondisi banjir akibat meluapnya Batang Maek yang membuat empat Jorong di Pangkalan terdampak banjir, Rahmadinol mengatakan bahwa saat ini sudah surut, seiring dibukanya lima pintu Sillway Gate PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pada Senin pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

"Ketinggian lima pintu gerbang yang dibuka 30 sentimeter. Pembukaan pintu gerbang itu dilakukan setelah adanya koordinasi dengan pihak PLTA," bebernya. Pada Senin kemarin, sambung Rahmadinol, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLTA Koto Panjang untuk segera menbuka Spillway Gate.

"Tapi pihak PLTA Koto Panjang tidak bisa langsung membukanya, karena ada SOP-nya. Salah satunya, yaitu memberitahu masyarakat yang ada di aliran pintu gerbang tersebut, suapaya masyarakat waspada. Jadi, itulah sebabnya kenapa baru bisa dibuka tadi pagi," bebernya.

Halaman
123
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved