Tradisi Lepas Burung Saat Imlek di Bengkalis, Jusman Sengaja Bawa 1.500 Ekor Pipit dari Palembang

Tradisi melepas burung saat Imlek, jadi peluang rezeki sendiri bagi pedagang burung pipit.

Tradisi Lepas Burung Saat Imlek di Bengkalis, Jusman Sengaja Bawa 1.500 Ekor Pipit dari Palembang
tribunpekanbaru
Penjual burung pipit banyak bermunculkan saat perayaan Imlek. Tradisi melepas burung membuat para pejual berdatangan bahkan dari luar Bengkalis. 

tribunpekanbaru.com - Perayaan Imlek jadi momen yang ditunggu para pedagang burung pipit. Pasalnya, pada perayaan Imlek, banyak warga Tionghoa di Bengkalis membeli burung kecil itu untuk kemudian dilepas, karena dianggap bisa memberikan berkah.

Untuk di Bengkalis saja, sejak 1 Februari lalu pedagang burung pipit sudah mulai bermunculan. Mereka datang ke Bengkalis dari jauh, seperti dari Palembang (Sumsel), hanya untuk menjual burung pipit ini.

Seperti Juman, lelaki berkulit gelap yang hampir setiap tahun jelang Imlek berkeliling Sumatra untuk menjual burung pipit kepada warga keturunan Tionghoa. Kali ini dia, bersama empat rekannya memilih Bengkalis untuk berjualan burung.

Informasi dari rekannya yang tahun lalu datang ke Bengkalis, menyebut penjualannya laris selama Imlek. Burung pipit itu dijual seharga Rp8.000 per ekor. Harga ini jauh lebih tinggi bila dijual di Palembang.

"Kita coba peruntungan di Bengkalis, kabarnya tahun lalu kawan ke sini banyak untungnya dari pada jualan di Palembang," ungkap pria tiga anak ini, Selasa (5/2).

Jusman menyebut, menjual burung pipit memang lebih menguntungkan di luar Palembang. Apalagi di saat Imlek, setiap harinya bisa menjual 100 ekor.

"Kalau di Palembang banyak saingan, ditambah harga jual murah cuma Rp3.000 per ekor. Jadi lebih baik keluar, bisa lebih mahal sedikit, sekalian ongkos juga tertutupi," terangnya.

Dia mengaku membawa 1.500 ekor burung pipit dari Palembang, dan berada di Bengkalis sejak lima hari lalu. Sejak itu, sudah ratusan ekor yang terjual. Dia berencana terus berjualan burung pipit sampai habis di Bengkalis, karena peminatnya cukup banyak.

"Kalau sampai selesai Imlek masih ada sisa, kita jual di pasar aja atau di sekolah karena cukup laris. Teman saya 15 hari di Bengkalis bisa habiskan lebih 2.000 ekor burung pipit," tuturnya. (sir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved