Bawa Bawang dan Jahe Ilegal dari Malaysia, Kapal Berlayar Tanpa Lampu Navigasi

Kapal Motor (KM) Kayuara Jaya 1 dengan GT 5 diamankan Lanal Dumai karena tak bisa menunjukkan dokumen barang yang dibawanya.

Bawa Bawang dan Jahe Ilegal dari Malaysia, Kapal Berlayar Tanpa Lampu Navigasi
tribunpekanbaru
Perwira Pelaksana (Palaksa) Lanal Dumai, Letkol Laut (KH) Saiful Simanjuntak memperlihatkan muatan kapal dengan dan tiga awak KM Kayuara Jaya I. 

tribunpekanbaru.com - Tim F1QR Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai, berhasil mengamankan satu unit Kapal Motor (KM) Kayuara Jaya 1 dengan GT 5 bermuatan sekitar sembilan ton bawang merah ilegal asal Malaysia. Kapal ini diamankan pada Senin (4/2) sekira pukul 21.55 WIB.

Selain bawang ilegal asal Malaysia, Lanal Dumai juga mengamankan jahe ilegal beserta tiga orang awak kapal berinisial Mu (38), Em (33), dan E (19), yang diketahui ketiganya merupakan adik beradik dan warga Selat Panjang, Kabupaten Meranti.

Disampaikan oleh Danlanal Dumai, Kolonel (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto melalui Perwira Pelaksana (Palaksa) Lanal Dumai, Letkol Laut (KH) Saiful Simanjuntak pada Rabu (6/2), penangkapan bermula dari informasi dari masyarakat.

"Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, kita melakukan pengintaian selama kurang lebih 14 jam di perairan Bengkalis," kata Saiful.

Sekitar pukul 21.55 WIB, tim di lapangan mendengar suara kapal motor yang tidak menggunakan lampu navigasi. Spontan, tim F1QR langsung bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap suara kapal tersebut. Setelah berhasil menghentikan kapal, tim kemudian melakukan pemeriksaan dan penggeledahan.

"Dalam penggeledahan, kita mendapati nahkoda KM Kayuara Jaya I dengan dua orang ABK membawa muatan bawang tanpa dilengkapi dokumen," sebutnya kemudian.

Sukses mengamankan kapal tersebut, tim kemudian melakukan pengawalan menuju Lanal Dumai untuk melakukan proses penyidikan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Masing-masing awak KM Kayuara Jaya I GT5 yang kedapatan membawa sembilan ton dengan kemasan 1.000 karung kecil bawang merah tanpa dokumen tersebut, diduga telah melanggar UU Nomor 16/1992 pasal 5 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan jo Pasal 2 PP Nomor 14/2002 tentang Karantina Tumbuhan.

"Semua barang bukti muatan kapal akan kita serahkan kepada Balai Karantina Dumai untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Saiful. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved