Ekonomi Riau Sepanjang 2018 Melambat, Beberapa Lapangan Usaha Mengalami Kontraksi

BPS Riau, Aden Gultom, Rabu menjelaskan, pengukuran PDRB Riau tahun 2018 terhitung mencapai Rp.755,27.

Ekonomi Riau Sepanjang 2018 Melambat, Beberapa Lapangan Usaha Mengalami Kontraksi
Tribun Pekanbaru/Hendri Gusmulyadi
Kegiatan Rilis PDRB Riau 2018 di kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Rabu (6/2/2019). 

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com, Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom, Rabu (6/2/2019) menjelaskan, pengukuran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau tahun 2018 terhitung mencapai Rp.755,27.

Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya mencapai Rp 704,80 triliun.

BPS Riau menghitung, Ekonomi Riau 2018 tumbuh melambat 2,34 persen.

Pada hal pada 2017 sebesar 2,68 persen.

Baca: Amankan Pangan, Pemkot Pekanbaru Jalin MoU dengan Bulog

Hampir semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan. Tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa lainnya yang tumbuh 8,67 persen, kemudian jasa perusahaan 8,19 persen, dan perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 6,47 persen.

Pun dari sisi pengeluaran, tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga tumbuh sebesar 9,25 persen.

"Walau pada seluruh lapangan usaha tumbuh, namun lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian, dan Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, mengalami kontraksi. Masing masing sebesar minus 5,48 persen, dan minus 0,23 persen," ungkap Aden dalam keterangannya di Kantor BPS Riau.

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2018 struktur perekonomian Riau dari sisi produksi didominasi oleh tiga lapangan
usaha utama yaitu Pertambangan dan Penggalian sebesar 27,82 persen, Industri Pengolahan 24,52 persen, dan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 22,44 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2018, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan sumber pertumbuhan tertinggi dengan persentase 1,11 persen, diikuti Industri Pengolahan sebesar 1,05 persen, Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,59 persen, dan Konstruksi sebesar 0,44 persen.

Baca: Harga TBS Kelapa Sawit Riau Periode 6-12 Februari 2019 Turun, Perusahaan Tak Jual CPO Sepekan

Secara Kumulatif dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 2,34 persen itu terjadi pada seluruh komponen.

Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumahtangga (PK-LNPRT) merupakan komponen tertinggi sebesar 9,25 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,75 persen dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 3,31 persen.

"Struktur ekonomi Provinsi Riau tahun 2018 menurut pengeluaran didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 36,14 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto 34,23 persen, dan Ekspor Barang dan Jasa 28,80 persen. Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau tahun 2018, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,46 persen, diikuti Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 1,15 persen," paparnya. (*)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved