Dumai

Tiga ABK Adik Beradik Warga Meranti Ditahan, Lanal Dumai Sita 9 Ton Bawang Ilegal Asal Malaysia

Selain bawang ilegal asal Malaysia, lanal Dumai juga mengamankan tiga orang awak kapal berinisial Mu (38) Em (33) dan E (19).

Tiga ABK Adik Beradik Warga Meranti Ditahan, Lanal Dumai Sita 9 Ton Bawang Ilegal Asal Malaysia
Tribunpekanbaru/Syahrul
Palaksa Lanal Dumai Letkol Laut (KH) Saiful Simanjuntak bersama muatan kapal ilegal dengan latar belakang tiga awak KM Kayuara Jaya I. 

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com ; Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tim F1QR Lanal Dumai berhasil mengamankan satu unit Kapal Motor (KM) Kayuara Jaya 1 dengan GT 5 dengan muatan sekitar 9 ton bawang merah ilegal asal Malaysia, Senin (04/02/2019) sekira pukul 21.55 WIB.

Selain bawang ilegal asal Malaysia, lanal Dumai juga mengamankan tiga orang awak kapal berinisial Mu (38) Em (33) dan E (19).

Ketiga ABK ternyata merupakan adik beradik dan warga Selat Panjang, Kabupaten Meranti.

Disampaikan oleh Danlanal Dumai Kolonel (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto melalui Perwira Pelaksana (Palaksa) Lanal Dumai Letkol Laut (KH) Saiful Simanjuntak pada Rabu (6/2/2019), penangkapan bermula dari informasi masyarakat.

Baca: Tim Gabungan BNN Ungkap Penyelundupan 18 Kg Sabu, Tangkap 5 Orang di Dumai

Baca: KPU Dumai Sasar SMA SMK, Ajak Pemilih Muda Millenial Pakai Hak Suara di Pemilu 2019

"Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, kita melakukan pengintaian selama kurang lebih 14 jam di perairan Bengkalis," kata Palaksa.

Sekitar pukul 21.55, tim di lapangan mendengar suara kapal motor tidak menggunakan lampu navigasi.

Spontan, Tim F1QR langsung bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap suara kapal tersebut.

Setelah berhasil menghentikan kapal, tim kemudian melakukan pemeriksaan dan penggeledahan.

"Dalam penggeledahan, kita mendapati nahkoda KM Kayuara Jaya I dengan dua orang ABK membawa muatan bawang tanpa dilengkapi dokumen," sebutnya kemudian.

Sukses mengamankan kapal tersebut, tim kemudian melakukan pengawalan menuju Lanal Dumai untuk melakukan proses penyidikan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Baca: Lahan di Medang Kampai Dumai Terbakar Lagi

Baca: Empat Hektare Kebun di Medang Kampai, Dumai, Hangus Terbakar

Masing-masing awak KM Kayuara Jaya I GT5 yang kedapatan membawa sembilan ton dengan kemasan 1000 karung kecil bawang merah tanpa dokumen tersebut diduga telah melanggar UU Nomer 16/1992 pasal 5 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jo Pasal 2 PP Nomer 14/2002 Tentang Karantina Tumbuhan.

"Semua barang bukti muatan kapal akan kita serahkan kepada Balai Karantina Dumai untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," tutup Palaksa. (*)

Penulis: Syahrul
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved