Indragiri Hulu

Konflik Lahan PT CSS Tak Tuntas, Warga Bakar Mobil Perusahaan

Atas tindakan anarkis warga tersebut, pihak perusahaan sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau.

Konflik Lahan PT CSS Tak Tuntas, Warga Bakar Mobil Perusahaan
Tribun Pekanbaru/Dodi Vladimir
ILUSTRASI - Mobil terbakar 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Ratusan warga Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kembali melaksanakan aksi unjuk rasa menuntut penyelesaian sengket lahan dengan PT Citra Sumber Sejahtera (CSS) pada Jumat (8/2/2019) lalu.

Aksi tersebut sempat memanas dan berujung pada pembakaran dua unit mobil milik PT CSS.

Upaya penyelesaian sengketa lahan antara warga Kecamatan Batang Peranap, Inhu dengan PT.CSS sudah berlangsung semenjak beberapa bulan lalu.

Baca: VIDEO: STREAMING Manchester City Vs Chelsea, Live RCTI!, Man City Incar Kemenangan

Pihak perusahaan mengklaim bahwa pihaknya beroperasi berdasarkan izin dari Kementrian Kehutanan.

Hal ini disampaikan oleh Manager PT CSS, Hasri ketika dikonfirmasi awak media.

"Perusahaan kami bekerja sesuai dengan perijinan yang dituangkan dalam surat keputusan Kementerian Kehutanan. Jika ada legalitas kepemilikan lahan lainnya, itu diluar sepengetahuan kami," ujarnya.

Atas tindakan anarkis warga tersebut, pihak perusahaan sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau.

"Dalam hal ini kami merasa dirugikan, selanjutnya hari ini kami melaporkan tindakan warga ini ke Polda Riau," sebut Hasri. Kejadian tersebut, menyita perhatian Pemkab Inhu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu, Hendrizal dan Kepolisian Polres Inhu juga langsung turun melakukan negosiasi dengan warga. Setelah mediasi tersebut, warga meninggalkan lokasi aksi dan kembali melakukan aktifitas seperti biasa.

Baca: Lagi Musim Durian di Pekanbaru, Jangan Coba-coba Makan Durian Bersamaan dengan 6 Makanan Ini

"Situasi sudah kondusif, warga sudah meninggalkan lokasi dan melakukan aktifitas seperti biasa," ujar Kapolsek Peranap, Iptu Sutarja, Sabtu (9/8/2019) lalu.

Atas kejadian tersebut, Pemkab Inhu akan kembali melakukan mediasi untuk mempertemukan antara warga dan pihak perusahaan. Rencananya mediasi itu akan dilakukan pada Rabu (13/2/2019) mendatang. (*)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved