Sejak Harga Naik, Muhibbah Tour and Travel Sebut Jumlah Penjualan Tiket Masih Belum Ada Peningkatan

Sejak harga tiket penerbangan domestik kian mahal, hampir seluruh travel agent terimbas. Yakni berkurangnya jumlah penjualan tiket pesawat.

Sejak Harga Naik, Muhibbah Tour and Travel Sebut Jumlah Penjualan Tiket Masih Belum Ada Peningkatan
tribunpekanbaru/rubby
ILUSTRASI 

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com, Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejak harga tiket penerbangan domestik kian mahal, hampir seluruh travel agent terimbas. Yakni berkurangnya jumlah penjualan tiket pesawat.

Direktur Utama PT Muhibbah Mulia Wisata (Muhibbah Tour and Travel) Ibnu Masud saat dihubungi tribunpekanbaru.com pada Minggu (10/2/2019), menyebutkan, sampai saat ini kondisi jumlah penjualan tiket masih stagnant atau jalan ditempat. Diakui, jumlah penurunan cukup signifikan dan masih belum ada peningkatan yang berarti.

"Semua kaliatan, semuanya nampak, semua travel agent mengalami penurunan jumlah penjualan. Orang malas beli tiket pesawat, mereka menahan diri untuk berangkat dan pergi ke luar Riau menggunakan pesawat terbang," ungkap Ibnu kepada tribunpekanbaru.com.

Baca: Segera Dioperasikan, Izin Embarkasi Haji Antara Riau Ditetapkan Bulan Ini Atau Awal Maret

Penurunan jumlah penjualan tiket yang dialami travel agent kian terbukti. Ibnu menegaskan, bahkan banyak calon penumpang yang lebih memilih jalur darat melalui PO Bus.

"Seperti bus untuk perjalanan darat itu penuh, kalau mau lihat, kita bisa lihat Bus PO SAN, mereka menambah jumlah armadanya," ucap Ibnu.

Ibnu menuturkan, untuk jumlah penjualan tiket di Muhibbah Tour and Travel tiap harinya, dirinya tak bisa membeberkan. Ia tak mau menyebutkan jumlah angka karena itu bersifat privasi perusahaan.

"Tapi yang jelas semua turun, penumpang yang tidak terburu-buru lebih memilih jalur darat, jadi setiap PO bus itu mereka bisa nambah dua armada untuk keberangkatan tiap harinya," paparnya.

Di tengah mahalnya harga tiket, dan sulitnya menjual tiket karena banyaknya penumpang yang beralih ke transportasi darat, membuat banyak travel agentpun makin menjerit karena adanya aturan baru dari Garuda Indonesia tentang zero commision. Dimana, top up saldo di bawah angka Rp.50 juta, maka maskapai itu tidak akan memberikan sepeserpun komisi bagi travel agent yang menjual tiket Garuda Indonesia.

Menurut Ibnu, ketentuan ini makin mencekik lagi. Selain harus bersabar karena jumlah penjualan tiket yang tak kunjung meningkat, di lain hal travel agent juga harus ekstra sabar karena keuntungan yang diperoleh lebih sedikit karena adanya aturan zero commision itu.

Halaman
123
Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved