Kesalahan Pertahanan, Catatan Indra Sjafri Usai Timnas U-22 Diimbangi Arema 1-1

Selasa (12/2) ini timnas U-22 akan menjalani laga uji coba ketiga melawan Madura United di Bangkalan.

Kesalahan Pertahanan, Catatan Indra Sjafri Usai Timnas U-22 Diimbangi Arema 1-1
antara
Timnas U-22 berlatih di lapangan A, Senayan beberapa waktu lalu. Timnas U-22 akan menantang Madura United dalam laga uji coba pada Selasa (12/219). 

tribunpekanbaru.com - Pelatih timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, senang timnya bisa menahan imbang Arema FC dengan skor 1-1, dalam pertandingan uji coba yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/2) lalu. Menurutnya, apa yang dia inginkan sebelum uji coba terkabulkan.

Sebelum pertandingan, Indra menginginkan anak asuhnya mendapatkan banyak tekanan dari penonton dan pemain Arema. Hasilnya, selama 90 menit timnas U-22 memang kesulitan mengembangkan permainan.

"Sebelum pertandingan, saya melakukan diskusi dengan coach Milo. Saya ingin selama 90 menit Arema menekan. Karena ini penting bagi kami sebelum berangkat ke Kamboja. Kami akan bermain melawan tuan rumah, dan mungkin saja akan mendapatkan tekanan yang sama," kata Indra selepas pertandingan.

"Di babak pertama terutama, mungkin kami tidak bisa mengembangkan permainan karena semua lini ditutup. Marinus Wanewar, Witan Sulaiman, Billy Keraf ditutup. Sehingga kami banyak bermain aman memainkan bola di sepertiga lapangan kami sendiri. Kemudian di babak kedua, masuknya beberapa pemain membuat situasi sedikit berubah dengan terciptanya satu gol meskipun kami tetap ditekan," tambahnya.

Satu hal yang disoroti Indra adalah kedalaman timnya dalam bertahan. Menurutnya, ada sedikit kesalahan yang harusnya bisa diminimalisir.

"Pada deep defending, pemain kami melakukan satu kesalahan. Dan hal itu langsung membuat Arema mampu mencetak gol. Sama seperti melawan Jepang di Piala Asia U-19 (2018 lalu), kami sudah berusaha menutup semua ruang, dan mereka bisa shooting jarak jauh dan menjadi gol. Hal-hal seperti ini harusnya bisa dikurangi lagi," terangnya.

Pelatih asal Sumatra barat itu mengakui kesulitan memilih 23 pemain yang akan berlaga di Piala AFF U-22 tahun 2019 nanti. Dengan segala kelebihan dan kekurangan pemain, Indra menyatakan jika keputusan memilih pemain akan dilakukan usai melawan Madura United.

"Laga terakhir melawan Madura United saya berharap bisa memainkan pemain yang belum bermain atau mungkin bakal dipantau lagi. Soal evaluasi tidak bisa saya tentukan sendiri karena saya harus menerima masukan dari staf pelatih. Mungkin jika teman-teman (wartawan) disuruh memilih juga pasti kesulitan tetapi tetap harus saya lakukan," urainya.

Sementara itu, Iwan Budianto (IB) selaku manajer timnas U-22 menyatakan, saat ini skuat Garuda Muda tengah dipersiapkan dengan baik dengan tujuan berprestasi di SEA Games 2019.

"Kami tentu yakin bisa menjadi juara, hanya saja tim ini tidak disiapkan untuk event ini saja (Piala AFF U-22 2019), melainkan juga untuk kualifikasi Piala AFC U-23 dan SEA Games. Mungkin banyak yang meremehkan kami, tetapi kami paling suka jika diremehkan dan itu akan menjadi kejutan," tuturnya.

Iwan sendiri menganggap uji coba melawan tim yang levelnya di atas timnas U-22 akan membuat kemampuan anak buahnya meningkat.

"Sebelumnya kami melawan Bhayangkara yang juara Liga 1 2017, kemudian melawan Arema dengan skuat yang tidak banyak berubah. Besok (hari ini) tes terakhir melawan Madura United, tim yang selama ini dianggap memiliki rekrutmen terbaik. Kami semua berusaha melawan tim yang punya kematangan agar pemain siap dengan segala tekanan," ujarnya. (rin)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved