Bengkalis

Dinas Kesehatan Bengkalis Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Resiko Penyakit Tidak Menular

Pencegahan dan penanggulangan yang paling efektif adalah dengan mengendalikan faktor resiko.

Dinas Kesehatan Bengkalis Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Resiko Penyakit Tidak Menular
TribunPekanbaru/Muhammad Natsir
Kegiatan Sosialisasi Deteksi Dini Resiko Penyakit Tidak Menular di Aula Dinas Kesehatan Bengkalis, Senin (11/2/2019) kemarin 

Laporan wartawan tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, gelar Sosialisasi Deteksi Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) yang digelar di aula kantor Dinas Kesehatan Bengkalis, Senin (12/2/2019) kemarin.

Kegiatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan bersumber dari APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2019, diikuti puluhan peserta dari lintas sektor.

Peserta kegiatan ini diikuti unsur pemerintahan kecamatan, Korwilcam Dinas Pendidikan Bantan, Kepala UPT Puskesmas Selat Baru, Kepala UPT Puskesmas Teluk Pambang, Pokja PKK Bengkalis, seluruh kepala desa (Kades) di Kecamatan Bantan dan Kader Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) PTM.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ersan Saputra diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar mengatakan upaya pencegahan dengan sosilasasi dini resiko PTM sesuai dengan Permenkes Nomor 71 tahun 2015.

Baca: HASIL Liga Champions Asia Newcastle Jets vs Persija Jakarta: Skor Babak Pertama Masih Sama Kuat

Baca: Debat Kedua Pilpres 2019, Kubu Prabowo: Fokus Pada Pertanyaan Apa Manfaat Langsung Dirasakan Rakyat

Baca: Mayat Bayi yang Ditemukan dalam Tas Mengapung di Tepian Sungai Siak Akan Diautopsi

Dimana dinyatakan bahwa pencegahan dan penanggulangan yang paling efektif adalah dengan mengendalikan faktor resiko.

Diantaranya dengan mengendalikan karakteristik, tanda atau kumpulan gejala penyakit pada individu yang secara statistik berhubungan dengan peningkatan kejadian kasus baru berikutnya.

Untuk penyakit tidak menular yang bisa dicegah secara dini tersebut ada sebanyak 20 jenisnya.

Namun yang dominan saat ini adalah Hipertensi, Stroke, Jantung Koroner, PPOK, Gagal Ginjal, Ostereoporosis, dan Kanker, utamnya Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara.

Lebih lanjut Alwizar mengatakan, faktor resiko penyakit tidak menular ini ada dua jenis. Diantaranya faktor resiko yang tidak dapat diubah, seperti genetik dan harediter.

Sedangkan yang kedua faktor yang dapat diubah inilah yang bisa dikendalikan denga mengenal secara dini faktor resiko tersebut. Diantaranya faktor resiko yang mengarah pada perilaku masyarakat.

"Pengendalikan faktor resiko yang bisa dilakukan seperti mengurangi merokok, menambah aktifitas fisik, kurangi diet yang tidak sehat, kurangi mengkosumsi minuman beralkohol serta lingkungan yang sehat menjadi mutlak diperlukan untuk mencegah penyakit tidak menular," ungkap Alwizar.

Menurut Alwizar kegiatan serupa direncanakan akan dilakukan setiap kecamatan. "Rencananya kita akan lakukan kegiatan yang sama setiap kecamatan,"tandanya. (*) 

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved