Kampar

KPU Kampar Gelar Rakor untuk PPS Mantapkan Persiapan Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kampar gelar rapat koordinasi (rakor) untuk Panitia Pemungutan Suara (PPS) mantapkan persiapan Pemilu 2019

KPU Kampar Gelar Rakor untuk PPS Mantapkan Persiapan Pemilu 2019
Antara
Ilustrasi. KPU Kampar Gelar Rakor untuk PPS Mantapkan Persiapan Pemilu 2019 

KPU Kampar Gelar Rakor untuk PPS Mantapkan Persiapan Pemilu 2019

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Ikhwanul Rubby

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kampar gelar rapat koordinasi (rakor) untuk Panitia Pemungutan Suara (PPS) mantapkan persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

KPU Kabupaten Kampar terus gencar melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) penyusunan Daftar Pemilih Tambahan dan Daftar Pemilh Khusus (DPK) bersama dengan PPS sekabupaten Kampar.

Rakor ini dilaksnakan dalam rangka sosialisasi persiapan pelaksanaan penyusunan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang akan di rekap tanggal 17 Februari 2019.

Baca: KEPALA DESA Cabuli Remaja 15 Tahun, Modusnya Pengurusan KIP, Dibawa Jalan-Jalan, Dirayu dan Dicabuli

Baca: Pemko Pekanbaru Akhirnya Berencana Rekrut PPPK atau P3K, Ini Panduan dan Syarat Pendaftaran

Baca: Ini Pesan Gubri Saat Pelantikan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto

Terkahir Rakor dilaksanakan di Aula Kantor Camat Kecamatan Tapung, Minggu (10/2).

Komisioner Divisi Program dan Data KPU Kabupaten Kampar, Ahmad Dahlan, Selasa (12/2) mengatakan ketegori pemilih pada pemilu 2019 ini terbagi menjadi tiga bagian, yakni daftar pemilih tetap (DPT), daftar pemilih tambahan (DPTb) dan daftar pemilih khusus (DPK).

Karena itu rapat kordinasi ini terus digelar dalam rangka memantapkan pelaksanaan Pemilu 2019.

"Rapar Koordinasi ini akan terus kami gelar di tiap-tiap Kecamatan Sekabupaten Kampar. Kami berharap dengan adanya Rakor sekaligus sosialiasi DPTb dan DPK ini dapat memberikan pengetahuan lebih lagi kepada PPS agar memahami semua daftar pemilih pemilu 2019,” ujarnya.

Ia mengingatkan pemilih yang ingin pindah memilih karena keadaan atau kondisi tertentu mengurus secepatnya sebelum 17 Februari 2019.

Ini perlu segera agar KPU dapat menyediakan surat suara di TPS pindahan tersebut.

Baca: Satpol PP Siak Sita 204 Botol Miras Ilegal di Sungai Apit

Baca: DANA KELURAHAN di Pekanbaru, Satu Kelurahan Diperkirakan Peroleh Rp 370 Juta

Baca: Hadiri Pelantikan Bupati Kampar, Anak Kandung Azis Zaenal Peluk Catur dengan Mata Berkaca-kaca

Dijelaskan pindah memilih hanya berlaku bagi pemilih dengan kriteria menjalankan tugas pemerintah, menjalani rawat inap atau keluarga mendampingi, menjalani perawatan di panti sosial atau rehabilitasi, menjalani rabilitas narkoba, menjadi tahanan di rutan atau lapas, tugas belajar atau menempuh pendidikan, pindah domisili, bencana alam dan bekerja di luar domisilinya.

Pemilih jenis ini akan didaftar dalam daftar pindah memilih tambahan (DPTb).

Berdasarkan prosedurnya, untuk dapat dimasukkan kedalam DPTb seseorang harus menunjukkan bukti KTP elektronik yang bersangkutan telah terdaftar sebagai pemilih dalam DPT di TPS asal.

"Sedangkan untuk pemilih yang belum terdaftar dalam DPT kata Dahlan untuk didaftarkan dalam daftar pemilih khusus (DPK) sesuai dengan alamat administrasi yang tercatum dalam KTP elektronik atau Suket,” tutupnya. (*)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved