Berita Riau

VIDEO: Gigit Anak Usia 2 Tahun, Satwa Ungko Dievakuasi BBKSDA Riau

Ungko berkelamin jantan yang sudah dipelihara 9 tahun ini diketahui beberapa waktu yang lalu menggigit lengan anak usia 2 tahun.

Laporan videografer tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui Bidang KSDA Wilayah II melakukan evakuasi atau penyelamatan terhadap satwa dilindungi yakni satu Ungko (Hylobates agilis) yang dipelihara Yusman warga Desa Badur Picak , Dusun Batas Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar.

Ungko berkelamin jantan yang sudah dipelihara 9 tahun ini diketahui beberapa waktu yang lalu menggigit lengan anak usia 2 tahun.

"Atas adanya laporan anak yang digigit oleh Ungko ke call center BKSDA maka kemudian dilakukanlah evakuasi ini," jelas Kepala Bidang Teknis KSDA Riau, M.Mahfud kepada tribunpekanbaru.com, Senin (11/2/2018).

Ditambahkanya, satwa Ungko ini saat ini dalam keadaan sehat. Namun, karena sudah dipelihara sejak kecil hingga 9 tahun lamanya membuat Ungko ini menjadi jinak.

Baca: FOTO: Pernah Gigit Bocah, Ungko ini Akhirnya Dievakuasi ke BBKSDA Riau

Baca: Petugas BBKSDA Riau Jemput Satwa Dilindungi Ungko yang Sudah Dipelihara Warga Selama 9 Tahun

Baca: Dinas Kesehatan Bengkalis Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Resiko Penyakit Tidak Menular

Baca: VIDEO:Link Streaming AS Roma Vs Porto Liga Champion Babak 16 Besar, Rabu (13/2/2019) Pukul 03.00 WIB

Baca: Marko Simic Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Saatnya Bambang Pamungkas Beraksi?

Sehingga kedepan melaui dokter hewan di Balai Besar KSDA Riau akan melakukan upaya-upaya observasi terhadap satwa dilindungi ini.

"Sehingga kalau untuk upaya pelepasliaran satwa ini ke alamnya, kehabitatnya masih membutuhkan waktu yang cukup lama, karena sudah jinak," katanya.

Dilanjutkannya, bahwa selama ini pihak Balai BKSDA Riau juga tidak berhenti dan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak menjerat, menangkap dan memelihata satwa-satwa yang dilindungi. Namun, faktanya memang masih saja ada masyarakat yang melakukan.

Untuk itu, Mahfud juga meminta kepada masyarakat yang gemar memelihara satwa liar untuk segera menyerahkan kepada Balai Besar KSDA Riau.

Baca: Jasad Kakek Meninggal di Area Kebun Sawit Harus Digotong, Lokasi Penemuan Sulit Akses Kendaraan

Baca: HASIL Liga Champions Asia Newcastle Jets vs Persija Jakarta: Skor Babak Pertama Masih Sama Kuat

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Liga Champions Asia Newcastle Jets vs Persija Jakarta, Saksikan Disini

Baca: KPU Pelalawan Mulai Pengepakan Kotak Suara Pilpres dan Pileg

Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi, Pelaporan dan Kehumasan, Dian Indriati menambahkan saat ini satwa Ungko tersebut sudah berada di Kandang transit Balai Besar KSDA Riau.

Menurut Dian, proses evakuasi Ungko ini dilakukan Rabu, 6 Februari 2019 lalu. rombongan KSDA Wilayah II yang tiba di kantor Desa Bandur Picak, langsung berkoordinasi dengan perangkat desa dan di dampingi Sekretaris Desa menuju lokasi rumah warga yang memelihara satwa ungko tersebut.

KemudianTim melakukan penyelamatan dibantu warga setempat, dengan cara dilakukan penggiringan ke kandang.

"Saat ini satwa telah berada di kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau, seperti yang kita lihat. Untuk kemudian dilakukan observasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya," pungkasnya. (*)

Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved