Kepulauan Meranti

4 Titik Panas Terpantau di Kepulauan Meranti, Ini Wilayah Penyebarannya

Hari ini Rabu sebanyak 4 titik panas terpantau di daerah Kabupaten Kepulauan Meranti.

4 Titik Panas Terpantau di Kepulauan Meranti, Ini Wilayah Penyebarannya
Istimewa
Proses pemadaman kebakaran lahan di desa Tengayun Raya, Kepulauan Meranti, Rabu (13/2/2019). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru Teddy Tarigan

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Hari ini Rabu (13/2/2019) sebanyak 4 titik panas terpantau di daerah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti M. Edy Afrizal kepada Tribunpekanbaru.com Rabu (13/2/2019) mengatakan 4 titip panas tersebut berada 1 di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur, 2 titik di Desa Gayung Kiri Kecamatan Rangsang, dan 1 titik lainnya di desa Tenggayun di kecamatan Rangsang Pesisir.

"Hari ini kita dapat informasi ada 4 titik panas di kepulauan Meranti," ujar Eddy.

Baca: Padamkan Api di Kuala Kampar Pelalawan, Petugas Temui Kendala Soal Lokasi

Walaupun demikian Edy belum bisa menyampaikan lahan apa yang terbakar dan berapa luas lahan yang terbakar. Hal ini mengingat tim yang bertugas masih fokus dalam memadamkan lahan yang terbakar tersebut.

"Kita belum bisa petakan apakah itu lahan hutan atau lahan masyarakat. Sampai hari ini tim kita masih bekerja keras untuk memadamkan api tersebut," ungkapnya.

Proses pemadaman kebakaran lahan di desa Tengayun Raya, Kepulauan Meranti, Rabu (13/2/2019).
Proses pemadaman kebakaran lahan di desa Tengayun Raya, Kepulauan Meranti, Rabu (13/2/2019). (Istimewa)

Dalam memadamkan api, pihak BPBD Kepulauan Meranti tidak sendiri. Mereka bekerjasama dengan pihak kepolisian, pihak TNI dan PT Nasional Sago Prima (NSP).

"Kita bagi di regu, dimana jumlahnya sekitar 12 orang, tapi kita juga dibantu pihak Polsek Tebingtinggi, Polsek rangsang barat dan rangsang, danramil juga turun. Ada juga dari bantuan dari pihak PT NSP 9 orang dan 2 mesin," ujar Edy.

Baca: Bantu Pengelolaan Sampah, DLH Kepulauan Meranti Terima Bantuan Mesin Pembuat Kompos

Penyebab kebakaran lahan juga dikatakan Eddy masih dalam proses penyelidikan kepolisian.

"Penyebabnya kita juga belum tahu, mungkin seorang masih dalam proses penyelidikan kepolisian," ujarnya.

Edy mengatakan tim yang bertugas dalam proses pemadaman di lapangan harus berkerja ekstra karena sumber air yang sulit dijangkau dan angin yang kencang.

"Kendala kita di lapangan sumber air sulit dan angin yang kencang," tutup Edy. (*)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved