Mengambang di Selat Malaka, Tim SAR Langsung Evakuasi Jenazah ABK KM Rizky GT6 Jatuh ke Laut

ABK kapal tersebut jatuh ke laut setelah kapal berpapasan dengan jalur kapal tanker yang menimbulkan ombak besar.

Mengambang di Selat Malaka, Tim SAR Langsung Evakuasi Jenazah ABK KM Rizky GT6 Jatuh ke Laut
Tribun Pekanbaru/Teddy Yohannes Tarigan
MAYAT AWAK KAPAL KM Rizki GT 6 Ditemukan Mengapung di Selat Malaka, Dibawa ke RSUD untuk Diotopsi 

tribunpekanbaru.com - Jenazah Nirhak (50), awak kapal KM Rizki GT 6 yang membawa kayu teki atau kayu bakau ke Batu Pahat, Malaysia, ditemukan pada Rabu (13/2) sore. Nirhak hilang selama 58 jam, setelah kapalnya sempat oleng dalam perjalanan.

Sejak dilaporkan hilang, Basarnas langsung melakukan pencarian selama tiga hari terakhir. Kegiatan itu membuahkan hasil, setelah jenazah Nirhak ditemukan mengapung di perairan Selat Malaka, tepatnya di koordinat N 01°16.024 - E 102°39.344.

Komandan tim pencarian korban, Syaputra Arie Wijaya mengatakan, jenazah ditemukan petugas kapal Kp.IV - 1005 dan kapal Kp.IV - 1001 Dit Pol Airud Polda Riau. Jenazah baru bisa diangkat ke kapal pada pukul 16.15 WIB, dan langsung dimasukkan ke dalam kantong jenazah.

Jenazah kemudian dibawa ke Pelabuhan Alay dan tiba sekitar pukul 17.15 WIB. Saat jenazah akan diangkat ke pelabuhan, masyarakat ramai berkumpul untuk melihat proses evakuasi. Jenazah kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti untuk proses otopsi.

"Kami minta awalnya diantar ke Alay karena keluarga korban di sana. Jadi mayat dibawa ke RSUD untuk otopsi itu mungkin dari pihak keluarga korban atau bisa jadi pihak terkait," ungkapnya.

Syaputra Arie mengatakan, dengan ditemukannya korban, tugas Basarnas telah selesai dan pencarian pun ditutup. "Proses pencarian sudah selesai, kami tinggal tutup proses pencarian," ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin lalu sekitar pukul 05.00 WIB, kapal KM Rizky GT6 oleng ketika melewati jalur kapal tanker international. Kapal tanker raksasa itu menimbulkan gelombang besar yang kemudian menghantam KM Rizky GT6.

Hempasan gelombang itu membuat kapal langsung oleng, dan tiga awak kapal memutuskan melompat ke laut. Namun hanya dua dari mereka yang berhasil selamat kembali ke kapal. Sedangkan Nirhak menghilang. Dua awak kapal yang selamat itu adalah Sulaiman alias Bacok dan Iskandar. (ted)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved