Ribuan Praja IPDN Ajukan Pindah Memilih Pada Pemilu Serentak 2019. Ini Alasannya

Sebanyak 3.716 praja IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat akan pindah memilih.

Ribuan Praja IPDN Ajukan Pindah Memilih Pada Pemilu Serentak 2019. Ini Alasannya
KOMPAS.COM
Relawan Demokrasi di Kota Surakarta melakukan sosialisasi Pemilu, Minggu (10/2/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM,SUMEDANG-Sebanyak 3.716 praja IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat akan pindah memilih.

Kabag Humas IPDN, Rinny Dewi Anggraeni mengatakan, praja IPDN yang pindah memilih iyu berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka akan pindah memilih ke Sumedang.

"Total praja yang akan pindah memilih sebanyak 3.716. Saat ini masih sedang proses pindah DPT (Daftar Pemilih Tetap). Sebab, 300 orang datanya belum ada dari daerah asal dan 600 orang lainnya, datanya belum lengkap," ujarnya, Rabu (13/2/2019).

Ditemui terpisah, Ketua KPU Sumedang Ogi Ahmad Fauzi mengatakan, batas akhir pendaftaran bagi warga di luar Sumedang yang akan pindah memilih di Sumedang pada 17 Februari 2019.

"Warga dari luar dari yang akan pindah memilih ke Sumedang jumlahnya ribuan. Saat ini data di KPU masih cair, nanti di batas akhir pendaftaran tanggal 17 Februari mungkin datanya sudah bisa diketahui," sebutnya.

Ogi menyebutkan, estimasinya terbanyak dari IPDN, kemudian Unpad sekitar 2.000-an, ditambah karyawan yang bekerja di perusahaan industri yang berlokasi di wilayah Sumedang.

"Estimasi terbanyak memang dari IPDN ya, kemudian kemarin ada yang dari perwakilan Unpad (Jatinangor), hasil pendataan mereka (Unpad) itu ada 2000-an mahasiswa yang akan pindah memilih ke Sumedang. Ditambah mungkin ribuan juga dari karyawan yang bekerja di perusahaan industri," katanya.

Untuk melindungi hak pilih warga negara, pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan terkait pendaftaran pindah memilih.

Surat pemberitahuan, kata Ogi, ditujukan kepada instansi pemerintahan, Perguruan Tinggi, hingga perusahaan-perusahaan di Sumedang.

"Kami juga sudah menyiapkan posko-posko di tiap PPK/PPS. Untuk memudahkan bagi yang ingin pindah memilih, sehingga mereka cukup datang ke PPK/PPS, tidak harus ke KPU Sumedang," ucapnya.

Ogi menambahkan, terkait batas akhir pendaftaran pada 17 Februari, pihaknya mengacu pada aturan 60 hari sebelum hari H pencoblosan.

"Apakah kemudian nanti ada perpanjangan, untuk antisipasi ada warga yang belum daftar pindah memilih, kami masih menunggu aturan atau informasi dari KPU pusat," tegasnya.(*)

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved