Indragiri Hilir

Gerah Jalan dalam Kota Tembilahan Tidak Kunjung Diperbaiki, AMPIH Somasi Pemkab Inhil

Kondisi beberapa ruas jalan Kota Tembilahan, Inhil yang rusak dan cukup memprihatinkan, sepertinya telah membuat masyarakat gerah dan geram.

Gerah Jalan dalam Kota Tembilahan Tidak Kunjung Diperbaiki, AMPIH Somasi Pemkab Inhil
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
Surat Somasi AMPIH Inhil yang akan dilayangkan kepada Pemkab Inhil terkait ruas jalan rusak di dalam Kota Tembilahan yang tidak kunjung diperbaiki. 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com, T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN – Kondisi beberapa ruas jalan Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang rusak dan cukup memprihatinkan, sepertinya telah membuat masyarakat gerah dan geram.

Tidak hanya membahayakan dan mengganggu aktifitas masyarakat yang melintas, kondisi ruas jalan yang rusak parah juga akan terendam air di kala hujan mengguyur Kota Tembilahan.

Lebih parahnya lagi ruas jalan tersebut berada di dalam kota dan menjadi ruas jalan yang cukup padat dilewati masyarakat Tembilahan, antara lain seperti Jalan H. Sadri, Abdul Manaf dan Jalan Kartini yang bahkan bisa berubah menjadi kolam saat hujan.

Baca: Presiden RI Jokowi Rencananya Resmikan MPP Pekanbaru pada Maret 2019 Mendatang

Kondisi ini yang membuat sejumlah masyarakat Tembilahan yang tergabung dalam Aliansi Muda Peduli Indragiri Hilir (AMPIH) melayangkan somasi terhadap Pemerintah Kabupaten Inhil.

AMPIH menganggap Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, telah membiarkan beberapa ruas jalan rusak hingga bertahun-tahun tanpa ada perbaikan.

“Kami heran terhadap pemerintah yang telah lama membiarkan beberapa jalan rusak, Sehingga somasi tersebut sebagai wujud dari perhatiannya atas pembiaran yang dilakukan oleh Pemda Inhil,” ujar Ketua AMPIH Inhil, Sarwo Saddam Matondang, SH, MH kepada Tribun Pekanbaru melalui keterangan pers, Jum’at (15/2/2019).

Satu unit mobil box terpaksa melintasi lubang besar menganga dan tergenang air di Jalan H. Sadri Tembilahan.
Satu unit mobil box terpaksa melintasi lubang besar menganga dan tergenang air di Jalan H. Sadri Tembilahan. (Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli)

Pria yang akrab disapa Bowo ini menjelaskan, somasi yang dibuat tersebut akan dilayangkan terhadap tiga pihak terkait yang di anggap bertanggungjawab akibat dari pembiaran jalan yang rusak parah tersebut, antara lain kepada, Bupati Inhil, DPRD Inhil dan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Inhil.

“Isi dari Somasi tersebut adalah meminta tanggungjawab Pemda Inhil agar segera memulai perbaikan jalan dalam kurun waktu 2 bulan agar terhindar dari gugatan di Pengadilan. Itu hak kita selaku warga yang juga sebagai pengguna jalan untuk meminta agar beberapa jalan yang rusak, yaitu Jalan Abdul Manaf dan Jalan Kartini segera diperbaiki. Jika tidak, maka Pemda siap-siap saja kami gugat,” tegasnya.

Lebih lanjut, menurut Koordinator Divisi Hukum AMPIH, Yudhia Perdana Sikumbang, SH, CPL, somasi kepada Pemkab Inhil sebagai bentuk protes kepada Pemkab Inhil agar bangun dari tidurnya yang menahun.

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved