Kabut Asap Turunkan Kualitas Udara Kota Dumai, Saat Pagi Hari Paling Buruk

Kebakaran hutan dan lahan serta asap kiriman dari daerah tetangga, membuat kualitas udara Dumai menurun.

Kabut Asap Turunkan Kualitas Udara Kota Dumai, Saat Pagi Hari Paling Buruk
tribun pekanbaru
Kabut asap menyelimuti Dumai pada Jumat (15/2) pagi sekitar pukul 7.00 WIB. Kualitas udara Kota Dumai mulai menurun akibat kebakaran hutan dan lahan. 

tribunpekanbaru.com - Indeks kesehatan udara di Kota Dumai pada Jumat (15/2) sore kemarin, berada pada status sedang pada pukul 15..00 WIB. Hal itu berdasarkan informasi Air Quality Monitoring Data (AQMD) milik Chevron di Dumai.

Berdasarkan alat pengukur indikator udara tersebut, angka kualitas udara di Dumai berada di angka 78 Psi. Padahal, masih pada alat yang sama, tingkat kualitas udara di Dumai sempat memburuk mencapai lebih dari 500 Psi pada pukul 05.00 WIB pagi.

Kepala BPBD Kota Dumai, Afrilagan, menyebut, asap yang merundungi Kota Dumai merupakan kiriman dari daerah tetangga di Riau. "Berdasarkan data BMKG Riau, hotspot di Bengkalis mencapai 44 titik pada pagi hari tadi (kemarin), sedangkan di Dumai nol titik," kata Afrilagan.

Walaupun indeks kualitas udara di Dumai sudah berangsur membaik, Afrilagan tetap meminta agar masyarakat Kota Dumai berjaga dengan menggunakan masker saat berada di luar rumah. "Walaupun indeks kualitas udara sudah mulai berangsur normal, tetap harus waspada. Sebab kita belum tahu kapan kondisi asap ini segera bersih," sambungnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BMKG Stasiun Pekanbaru pada pagi hari, jarak pandang di Kota Dumai diperkirakan berada pada radius 5 kilometer atau udara kabur.

Kegiatan Sekolah
Sementara itu, kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Dumai belum mengganggu kegiatan belajar siswa di sekolah. Kabid SD Disdikbud Kota Dumai, Dedi, mengatakan, kegiatan belajar mengajar masih berjalan seperti biasa, dengan porsi kegiatan di luar ruangan dibatasi.

"Aktifitas belajar mengajar masih berjalan biasa. Namun kami imbau sekolah agar mengurangi aktifitas di luar ruangan untuk menjaga kesehatan siswa," katanya.

Dilanjutkan, kondisi udara terparah di Dumai masih terjadi pada dinihari, karena itu pihaknya belum meliburkan kegiatan belajar di sekolah. "Sementara ini belum ada arahan untuk meliburkan para siswa," tambah Dedi.

Pemko Dumai sendiri telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan hingga 31 Mei 2019 mendatang. Hal ini dilakukan untuk memperingatkan masyarakat Kota Dumai agar waspada terhadap bahaya kabut asap terhadap kesehatan. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved