Kepulauan Meranti

Hendra Putra Dilema dan Pasrah, Tanggapi Protes Warga Soal Pembakaran Sampah di TPA Gogok

Persoalan penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gogok, Kepulauan Meranti masih belum menemukan jalan keluar.

Hendra Putra Dilema dan Pasrah, Tanggapi Protes Warga Soal Pembakaran Sampah di TPA Gogok
Istimewa
Kondisi TPA Gogok, Kepulauan Meranti. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Persoalan penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gogok, Kepulauan Meranti masih belum menemukan jalan keluar.

Hal ini buntut dari protes warga di sekitar TPA beberapa waktu lalu karena kebijakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti membakar sampah yang ada di sana.

Warga mengeluh pembakaran yang dilakukan mengakibatkan asap dan bau yang menyengat di daerah sekitar area TPA.

Mereka khawatir jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan dampak penyakit bagi warga.

Bahkan mereka mengancam akan membakar mobil pengangkut sampah jika sampah yang berada di kawasan 2 hektare itu masih tetap dibakar.

Persoalan itu akhirnya dicoba diselesaikan dengan memediasi kedua belah pihak antara DLH Kepulauan Meranti dan masyarakat Desa Gogok oleh Polsek Tebingtinggi Barat.

Pihak DLH akhirnya menyetujui permintaan warga, sampah yang menumpuk tidak dibakar.

Walaupun demikian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti, Hendra Putra mengaku dilema dan pasrah menghadapi persoalan itu.

"Ya mau bagaimana lagi, terkadang kita menjadi dilema. Kalau sampah itu tidak dibakar, dia akan menumpuk dan berbau, tapi itulah aspirasi masyarakat, harus kita terima," ungkap Hendra, Minggu (17/2).

Hendra mengatakan, DLH belum memiliki kebijakan khusus untuk menjawab protes warga.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved