Dumai

Buruh di Dumai Menderita Akibat Kebijakan Impor

Tokoh perburuhan mengatakan mengapresiasi niat pemerintah untuk menyelesaikan persoalan perburuhan di Kota Dumai.

Buruh di Dumai Menderita Akibat Kebijakan Impor
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Agus Budianto tengah memberikan sambutan di hadapan Kastaff Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko, Gubri Syamsuar dan Wako Dumai Zul AS beserta undangan lain yang hadir. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syahrul Ramadhan.

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Tokoh perburuhan sekaligus Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Agus Budianto mengatakan, pihaknya mengapresiasi niat pemerintah untuk menyelesaikan persoalan perburuhan di Kota Dumai.

Menurutnya, potensi perburuhan di Kota Dumai sangat besar karena didukung oleh sektor industri di Kota Dumai.

"Permasalahan buruh sampai saat ini selalu disebabkan karena pendekatan penyelesaiannya selalu menggunakan model yang konvensional tanpa memahami akar masalah dihadapi pelaku utama hubungan industrial yaitu buruh dan pengusaha," sebutnya pada Jumat (22/2/2019).

Baca: Pendaftar Pengawas TPS di Pedesaan Banyak Tidak Memenuhi Syarat

Baca: Moeldoko Tiba di Riau, Jumat Jumlah Titik Panas Menggila, Terpantau 54 Titik

Dia berharap, dengan adanya kunjungan kerja tersebut bisa memberikan solusi yang sama-sama menguntungkan antara kedua belah pihak.

Agus menyebut, sejak 2015 ada sekitar 3.500 orang buruh yang belum mendapatkan pekerjaan di pelabuhan rakyat akibat dampak kebijakan menutup pintu import komoditas tertentu di Dumai.

"Kami berharap, kunjungan Kepala Staff Kepresidenan dan Gubri di Kota Dumai bisa menghasilkan solusi menyikapi kenyataan tersebut," tandasnya. (*)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Syahrul
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved