Tak Mau Dinikahkan dengan Pria Pilihan Orangtua, Gadis Cantik Ini Kabur, Sudah 4 Bulan Belum Pulang
Gadis cantik asal Kampung Cijambu, Desa Cikawung, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya dilaporkan hilang.
Tak Mau Dinikahkan dengan Pria Pilihan Orangtua, Gadis Cantik Ini Kabur dari Rumah, 4 Bulan Belum Pulang
TRIBUNPEKANBARU.COM, TASIKMALAYA - Gadis cantik asal Kampung Cijambu, Desa Cikawung, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya dilaporkan hilang.
Gadis bernama Hilda Fauziah (18) dilaporkan hilang sejak November 2018.
Gadis cantik anak pasangan Sahik dan Ailah ini, diduga meninggalkan rumah karena menolak dinikahkan dengan pria pilihan orangtuanya.
Saat dihubungi, Ibunya Hilda, Aila menuturkan, anaknya meninggalkan rumah sejak 4 November lalu, tepatnya dua pekan sebelum mau dinikahkan.
"Awalnya mau dinikahkan, dua minggu lagi menuju hari H, pernikahan yang direncanakan tidak terlaksana," tuturnya, Kamis (21/2/2019).
Ailah menduga, Hilda pergi tanpa pamit karena menolak dijodohkan, tapi tidak berbicara langsung kalau dirinya menolak dinikahkan.
Baca: Harga dan Tawaran Paket Bundling Samsung Galaxy S10 Series di Indonesia, Bisa Pesan Lewat Link Ini
Baca: Hasil Akhir Arsenal vs Bate Barisov Babak 16 Besar Europa League 2019, Tuan Rumah Menang 3-0
Baca: VIDEO: Live Streaming Bali United Vs Persela Lamongan, Live Piala Indonesia Pukul 19.00 WIB
Dia menuturkan, setelah kepergian Hilda, keluarga berupaya mencari keberadaannya namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda.
Upaya menghubungi teman sekolah Hilda belum membuahkan hasil. Setelah mencari informasi kesana kemari lanjit Ailah dirinya mencurigai anaknya pergi dengan seorang pria yang diduga pacarnya.
Informasi yang diperolah keluarga dari teman saat Hilda belajar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kecamatan Pancatengah, Hilda berpacaran dengaan seorang lelaki.
"Setahu saya waktu di pesantren, anak itu kenal dan ada yang pengen orang Bandung. Nah kami curiga karena anak saya hilang, si lelaki itu juga tidak ada di pondok. Saya curiga tapi tidak ada bukti. Saya dapat informasi itu dari teman anak saya waktu di pondok," kata Ailah.
Selain meminta informasi dan bantuan kepada teman Hilda, keluarganya juga melaporkan hilangnya putri tercintanya tersebut kepada Kepolisian Polsek Pancatengah.
Kapolsek Pancatengah AKP Jonnaedi menuturkan, setelah menerima laporan, anggotanya langsung melakukan pencarian.
"Kita sudah lakukan cek pos melalui hpnya, ke temen temannya juga. Pokoknya setiap ada informasi baru, kita telusuri," Kata Jonnardi saat dikonfirmasi.
Diakui Jonnaedi, awalnya di tengah masyarakat muncul dugaan penculikan terhadap Hilda, namun setelah ditelusuri, Hilda meninggalkan rumah diduga akibat menolak dijodohkan oleh kedua orang tuanya.