Rokan Hulu

Terkait Dugaan Pencemaran Limbah di PKS PT MAN, Ini Kata Ketua DPRD Rohul.

DPRD Rohul mendesak DLH Rohul untuk segera meanggil manajemen PKS PT MAN terkait adanya laporan masyarakat

Terkait Dugaan Pencemaran Limbah di PKS PT MAN, Ini Kata Ketua DPRD Rohul.
Tribun Pekanbaru/Fernando Sihombing
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rokan Hulu (Rohul), mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rohul untuk segera meanggil manajemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Merangkai Artha Nusantara (MAN).

Ketua DPRD Rokan Hulu Kelmi Amri, SH, ‎mengungkapkan, pemanggilan manajemen PKS PT. MAN masih terkait adanya laporan masyarakat dugaan pencemaran limbah di Sungai Juragi yang dilakukan perusahaan pengolah kelapa sawit beroperasi di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara tersebut.

Dirinya mengharapkan, setiap penanganan dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Rohul harus profesional dan merujuk aturan lingkungan hidup, termasuk dugaan di PKS PT. MAN.

"Kita minta Dinas LH Rokan Hulu memproses adanya dugaan pencemaran lingkungan ini. Jika terbukti, maka kita minta operasional perusahaan dihentikan," tegas Kelmi, Jumat (22/2/2019).

Baca: Gara-gara HP Pakai Kode, Suami Tega Bunuh Istri Hamil Tua, Begini Nasib Bayi dalam Kandungannya

Lebih lanjut diterangkanya, terkait adanya pengahalangan dua wartawan Rohul yang dilakukan pihak PT. MAN saat peliputan, saat terjadi dugaan pencemaran limbah, tetunya sangat menyayangkan kejadian tersebut.

"Harusnya larangan peliputan itu tidak terjadi jika pihak perusahaan mengerti akan tugas seorang wartawan," ujarnya.

Kelmi berharap, proses baik pihak polres dan DLH, bisa bekerja maksimal, jika terbukti mencemari lingkungan segera di beri sanksi tegas, agar tidak terulang lagi.

Sebelumnya, Kepala Dinas LH dan Kebersihan Kabupaten Rokan Hulu Hen Irfan, melalui pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Dinas LH Rokan Hulu Ma'as, mengaku, memang ada limbah dan ikan mati di sepanjang Sungai Juragi

"Kami sudah mengambil sampel dan akan diuji di laboratorium, kalau hasil uji lab memenuhi unsur tentu akan diproses sesuai dengan Undang-Undang Lingkungan Hidup," katanya.

Baca: Gara-gara HP Pakai Kode, Suami Tega Bunuh Istri Hamil Tua, Begini Nasib Bayi dalam Kandungannya

Ma'as mengaku bila memang terbukti, maka PKS PT. MAN bakal mendapatkan sanksi tegas. Bisa saja sanksi penutupan outlet limbah atau pencabutan izin.

"Saat ini masih menunggu hasil lab dari sampel yang kita ambil di TKP diduga tercemar limbah," pungkasnya. (*)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved