Tunggu Instruksi Panselnas, Dumai Belum Umumkan Hasil Ujian 31 Peserta P3K Berbasis UNBK

Ujian berbasis UNBK untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) 2019 di Dumai sudah dilaksanakan 23 Februari lalu.

Tunggu Instruksi Panselnas, Dumai Belum Umumkan Hasil Ujian 31 Peserta P3K Berbasis UNBK
tribun pekanbaru
Peserta seleksi CAT berbasis UNBK honorer progam P3K, saat menjalani ujian di SMKN 5 Kota Dumai akhir pekan lalu. 

tribunpekanbaru.com - Seleksi pegawai honorer program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) 2019 di lingkungan Pemko Dumai, sudah sampai tahapan ujian CAT berbasis UNBK. Ujian ini dilaksanakan di SMKN 5 Dumai pada 23 Februari lalu.

Kepala Bidang Mutasi, Pengadaan, dan Sistem Informasi Pegawai BKPP Kota Dumai, Ade Wicaksana menyebut, seleksi sudah dilakukan sejak awal Februari lalu.

"Pada dasarnya, seleksinya dilakukan di semua daerah di Indonesia. Namun untuk kuota sendiri kita belum dapat ketentuan dari Kementerian PAN-RB," kata Ade, Senin (25/2).

Dipaparkan, seleksi ujian tersebut diikuti 31 peserta. Masing-masing peserta rata-rata sudah berstatus honorer, baik di lingkungan Pemko Dumai maupun di Kementerian dengan penempatan kerja di Kota Dumai.

"Rata-rata pendaftar hingga ikut ujian adalah guru dan tenaga penyuluh dari Kementan. Paling banyak dari dua instansi tersebut yang memang sebelumnya adalah honorer," sampainya.

Hingga kini, BKPP Kota Dumai belum mengumumkan hasil ujian para peserta, karena terkendala dari Panselnas (Panitia Seleksi Nasional) yang belum memberikan arahan kepada daerah.

Seusai mengikuti ujian CAT berbasis UNBK tersebut, masing-masing peserta harus menunggu tes selanjutnya pascapengumuman tes pertama dikeluarkan. "Kita masih menunggu arahan Panselnas. Apakah kita yang umumkan atau justru dari mereka" terang Ade.

Diakuinya, peminat honorer program P3K 2019 terhitung sedikit, dikarenakan mendadaknya pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut, pihaknya harus mengambil langkah cepat dalam pelaksanaan untuk menyikapi imbauan dari pemerintah pusat.

"Programnya juga dadakan. Jadi kita gak tahu berapa kuota yang diberikan atau teknisnya dan lain-lain. Tapi mau tak mau tetap harus dijalankan," tuturnya. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved