Rokan Hulu

Bagas Godang Suri Andung Jati Menjadi Destinasi Wisata Budaya Kabupaten Rohul

Kawasan Huta Haiti Bagas Godang atau Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati kini sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata budaya.

Bagas Godang Suri Andung Jati Menjadi Destinasi Wisata Budaya Kabupaten Rohul
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
FOTO ILUSTRASI - Pemukulan gong dibukanya KBM pada 2018 lalu. Kepala Disparbud Rohul Drs. Yusmar M.Si menyebutkan mahasiswa dan pelajar mempunyai peran yang sangat penting dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata dan budaya Negeri Seribu Suluk. 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

‎TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - ‎Kawasan Huta Haiti Bagas Godang atau Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati, di Dusun Keramat Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, kini sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata budaya milik Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau.

Rumah rarangan itu merupakan saksi bisu sejarah suku Mandailing, yang hijrah ke Kebupaten Rohul, dan kini mendapatkan bantuan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun anggaran 2018 sekira Rp 385 juta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rohul, Drs. Yusmar, M.si mengaku, bersama Pemerintah Desa Rambah Tengah Barat dan tokoh masyarakat dari desa setempat, di Kantor Disparbud Rohul, Jumat (22/2/2019) pihaknya sudah menggelar rapat.

Baca: TRAGIS! 20 Tahun Menikah Punya 3 Anak, Ternyata Ketiga Anaknya Buah dari Perselingkuhan Istri

Ia menambahkan, rapat dipimpin olehnya tersebut dihadiri, Sekretaris Disparbud Fajar Sidqy, Kabid Kebudayaan Fitriani, Kasi Seni dan Nilai-nilai Budaya Arfin S.Ag, dan sejumlah Kepala Bidang lainnya, juga hadir Kepala Desa Rambah Tengah Barat Sofian, dan sejumlah tokoh masyarakat dari desa setempat.

Yusmar mengatakan, ada dua tujuan digelarnya rapat bersama Pemdes dan Tokoh Masyarakat Desa Rambah Tengah Barat tersebut.

Diakuinya, tujuan rapat tersebut, sebagai evaluasi sekaligus meminta penjelasan terkait pembangunan Rumah Rarangan Suri Andung Jati yang merupakan sejarah Mandailing sampai ke Kebupaten Rohul, dan lokasi ini telah mendapatkan bantuan dari Ditjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun anggaran 2018.

Di rapat tersebut dijelaskan, terkait pelaksanaan kegiatan kepada tokoh masyarakat Desa Rambah Tengah Barat, sehingga ke depannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebab untuk pertanggung-jawaban kegiatan yang dilaksanakan langsung ke Kemendikbud.

"Kedua, dengan sudah dibangunnya Rumah Rarangan, maka kita tetapkan itu sebagai salah satu destinasi atau objek wisata budaya karena mempunyai nilai-nilai sejarah dan adat," katanya, Selasa (26/2/2019)

Lebih lanjut dijelaskannya, setelah ditetapkannya sebagai objek wisata budaya, Disparbud Rohul bersama Pemerintah Desa dan Tokoh Masyarakat Desa Rambah Tengah Barat akan membuatkan semacam tulisan, upaya‎ menggali nilai-nilai di bangunan dan peninggalan tersebut.

"Sehingga sejarah itu dapat dijadikan pelajaran baik bagi masyarakat sekarang maupun masyarakat yang mendatang," sebutnya.

Baca: TIPS - Cara Menghentikan Download Gambar Otomatis di Whatsapp, Ikuti Langkah Ini

Yusmar mengungkapkan, bahwa Kaiti merupakan tempat atau lokasi pengembangan seni budaya‎ Mandailing di Kabupaten Rohul. Salah satu pendukungnya karena adanya Bagas Godang Suri Andung Jati di daerah ini.

Saat ditanya apa langkah Disparbud Rohul dalam menata peninggalan sejarah ke depan, Yusmar mengaku, sejauh ini untuk penataannya pihak dinas belum mampu memberikan‎ anggaran, namun untuk melestarikan acara‎ Makan Bersama atau Mandai Ulu Taon, pemerintah daerah punya kontribusi.

"Tahun ini kita juga punya kontribusi, seperti Mandai Ulu Taon yang digelar setiap bulan April. ‎Kita Pemerintah Daerah Rohul, dalam hal ini ibu Bupati melalui Dinas Pariwisata sudah memberikan bantuan untuk kegiatan itu," ujarnya.

Dirinya berharap, acara Mandai Ulu Taon pada April 2019 dikemas dalam bentuk acara-acara yang bukan saja acara seremonial belaka, tetapi hendaknya ada nilai-nilai tersendiri.

Diakuinya, Disparbud Rohul akan mencanangkan penanaman tiga jenis pohon khusus di sekitar Bagas Godang Suri Andung Jati, yaitu pohon jeruk kesturi, jambu bol, dan bunga cempaka putih.

"Kemudian, acara April akan datang, kita juga merencanakan para pembesar yang hadir ikut menanamkan satu pohon‎ khusus sebagai lambang bahwa pohon punya kekususan dan punya nilai tersendiri yang perlu digali," sebutnya.

‎Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Rambah Tengah Barat, Sofian mengatakan, bahwa rapat bersama Disparbud Rohul bertujuan untuk memajukan Bagas Godang Boru Namora Suri Andung Jati yang telah menjadi destinasi wisata budaya di Kabupaten Rohul.

Sofian mengungkapkan, sesuai perencanaan, pada April 2019 mendatang akan digelar makan bersama masyarakat yang diberinama Mandai Ulu Taon oleh masyarakat Mandailing.

Nantinya kegiatan makan bersama masyarakat atau Mandai Ulu Taon, itu menjadi sebuah tradisi masyarakat Mandailing yang biasa dilakukan pasca panen padi‎. Diacara itu, biasanya masyarakat juga memotong kerbau.

Baca: Syahrini dan Reino Barack Menikah Besok? Ini 5 Artis yang ke Jepang Diduga Hadiri Pesta Syahrini

Sebelum acara dilaksanakan, tambahnya, maka perlu dimusyawarahkan di tingkat desa antara pemerintah desa bersama‎ Lembaga Kerapatan Adat Luhak Rambah, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan seluruh yang berkaitan.

‎"Rumah Rarangan Boru di Huta Haiti ini merupakan destinasi wisata budaya. Pengunjung bisa mengetahui sejarah perjalanan Boru Namora Suri Andung Jati yang bisa sampai ke Kabupaten Rohul, dan membangun rumah rarangan tersebut," pungkasnya. (*)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved