Kabut Asap Bikin Penderita ISPA di Dumai Meningkat

Sejak kabut asap melanda, angka penderita ISPA periode Januari-Februari 2019 meningkat cukup tinggi.

Kabut Asap Bikin Penderita ISPA di Dumai Meningkat
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
Kabut Asap Akibat Karhutla Mulai Terlihat di Pemukiman Warga di Dumai dan Bengkalis 

tribunpekanbaru.com - Kondisi kabut asap yang saat ini menyelimuti Kota Dumai, menyebabkan angka penderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) meningkat cukup tinggi.

Tak tanggung-tanggung, dari biasanya berada di angka 700-800 kasus per minggu sepanjang Januari 2019, saat ini meningkat menjadi 1.100 kasus per Februari 2019.

"Berdasarkan data yang kita himpun, terjadi lonjakan kasus ISPA di Kota Dumai antara Januari dan Februari, diperkirakan meningkat hingga 30 persen," ungkap dr Hafidz, Kasi Pelayanan Kesehatan Primer pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai, Selasa (26/2).

Dr Hafidz Permana menjelaskan, pada periode 12-25 Februari 2019 lalu, angka penderita ISPA di Dumai melonjak hingga 2.344 kasus.

Dia yakin, lonjakan angka tersebut terjadi akibat kondisi udara yang memburuk akibat diselimuti kabut asap, dan residu kebakaran hutan serta lahan yang melanda Dumai dan sekitarnya.

"Di dalam kasus ISPA yang terjadi di Kota Dumai, ada tiga penyakit yang mendominasi di masyarakat. Di antaranya flu dan batuk ringan, radang tenggorokan, kemudian radang amandel," terangnya.

Dilanjutkan, rentang usia yang terserang penyakit ISPA di Kota Dumai umumnya berada di antara usia 1 sampai 10 tahun atau lebih banyak menyerang anak-anak.

Hafidz menerangkan, ada lima langkah pencegahan yang bisa dilakukan warga untuk menyiasati bertambahnya angka kasus ISPA di Kota Dumai.

Pertama, adalah dengan mengurangi aktifitas di luar rumah karena kualitas udara yang menurun. Kedua selalu menggunakan masker, ketiga menjaga kebersihan dan kesehatan sumber makanan, keempat memperbanyak minum air putih.

"Terakhir, jika terjadi keluhan kesehatan agar segera mengunjungi pusat kesehatan yang terdekat untuk mendapatkan pengobatan," ujarnya. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved