Personel Gabungan Pemadaman Karhutla Tak Akan Pulang Sebelum Api Padam dan Asap Hilang

Ratusan pemadam gabungan diperintahkan tidak meninggalkan lokasi Karhutla sampai api benar-benar padam dan tidak ada asap lagi.

Personel Gabungan Pemadaman Karhutla Tak Akan Pulang Sebelum Api Padam dan Asap Hilang
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
Ratusan Personil Gabungan Lakukan Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan atau KARHUTLA di Dumai 

tribunpekanbaru.com - Sampai Senin (25/2) lalu, proses pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Dumai masih terus dilakukan.

Baik BPBD Dumai maupun Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Riau, terus bekerja keras dalam menyelesaikan persoalan karhutla yang terjadi di kawasan pesisir Riau.

Kepala BPBD Kota Dumai, Afrilagan mengatakan, pihaknya menurunkan sekitar 14 orang personil di tiga lokasi yang terkena karhutla.

"Karena keterbatasan anggota, kita harus membagi ke beberapa lokasi. Di antaranya tiga orang di Jalan Kenari STDI, lima orang di Bukit Batrem, dan lima lagi di Bangsal Aceh. Personil bekerjasama dengan tim gabungan dari berbagai instansi di lapangan," ungkap Afrilagan, Senin (25/2) sore lalu.

"Sedangkan saya sendiri ikut turun di Parit Sadak bersama dengan dua regu (14 orang) dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Perkebunan, Kota Dumai," jelasnya.

Sejumlah perlengkapan juga dikerahkan dalam aksi pemadaman dan pendinginan di Kota Dumai oleh BPBD Kota Dumai. Di antaranya satu unit mobil komando BPBD Kota Dumai, dua unit sepeda motor, satu unit mobil angkut pick up, lima unit mesin portable mini striker BPBD Dumai, dua unit mesin portable Honda GX BPBD.

Begitu pula dengan Manggala Agni Provinsi Riau. Menurut Koordinator Manggala Agni Provinsi Riau, Edwin Putra, pihaknya menurunkan sembilan regu untuk turun memadamkan kebakaran lahan dan hutan di pesisir Riau.

"Masing-masing tim kita berasal dari Daops Pekanbaru lima regu, Daops Rengat dua regu, Daops Siak dua regu, dengan total personil masing-masing regu berjumlah 15 orang. Jadi sekitar 135 orang pasukan," jelasnya.

Tak hanya itu, masing-masing tim juga dilengkapi dengan atribut dan perlengkapan berupa dua mesin penyemprot jenis Mark-3 dan Shibahura. "Kami diperintahkan untuk tidak meninggalkan lokasi kebakaran sampai api benar-benar padam dan tidak berasap lagi," jelasnya.

Sebelumnya, 100 prajurit dari Batalyon Armed 10 Kostrad, juga sudah dikerahkan untuk melakukan pemadaman di Pulau Rupat. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved