Rokan Hulu

RSUD Rohul Belum Bisa Operasikan Layanan Cuci Darah, Ini Sebabnya

Layanan cuci darah atau Hemodialisa (HD), milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu ( Rohul) belum bisa beroperasi hingga saat ini.

RSUD Rohul Belum Bisa Operasikan Layanan Cuci Darah, Ini Sebabnya
Tribunpekanbaru/Donnykusumaputra
RSUD Rokan Hulu 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Layanan cuci darah atau Hemodialisa (HD), milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu ( Rohul) belum bisa beroperasi hingga saat ini.

Direktur RSUD Rohul, dr. Novil mengungkapkan, ‎belum bisa beropresi HD di RSUD disebabkan, pihak rumah sakit masih terkendala mencari Dokter pengganti yang ditunjuk untuk menangani Unit Cuci darah tersebut, meskipun saat ini 4 unit alat HD RSUD sudah siap di fungsikan.

Ia mengungkapkan, pihaknya sudah mempersiapkan 2 dokter untuk menjalankan Unit Hemodialisa, kedua dokter tersebut, yakni, dr Efrianto sepesialis penyakit dalam dan dr.Mahernie Lubis, dokter umum, ‎serta 3 orang perawat.

Baca: MP Gelar Edukiddie Fair, Anak Bisa Belajar Sekaligus Belanja

Ia menambahakan, para Dokter dan perawat yang nantinya membidangi unit tersebut, juga sudah diberikan pelatihan khusus dalam mengoperasikan Unit HD.

"Persoalannya, akibat perpindahan dokter ke HD ini, berakibat kekosongan pada Unit Gawat Darurat (UGD). Apalagi, sebelum ada HD ini, kita juga sudah mengalami kekurangan 5 orang Dokter jaga untuk menjamin pelayanan," katanya, Selasa (26/2/2019).

Novil menjelaskan, pelayanan RSUD, Idealnya, di isi oleh minimal satu Dokter ruangan dan satu dokter UGD. Namun, Karena kekurangan dokter, selama ini seorang Dokter terpaksa merangkap sebagai dokter UGD dan dokter ruangan.

Bukan hanya itu saja, sebutnya, kekurangan SDM, khususnya dokter dan perawat ini, kedepan akan semakin bertambah dikarenakan ada 9 tenaga medis di RSUD yang lulus Calon Pegawai Negeri Sipil, namun penempatannya tidak di RSUD, melainkan di Puskesmas.

"Makanya agar kekurangan Dokter dan Perawat di RSUD Rohul ini tidak terus meningkat, kita sudah buat telaah staf ke Dinkes dan BKD untuk menindaklanjuti kekurangan dokter dan Perawat di RSUD, agar bisa segera di tindak lanjuti sehingga seluruh unit layanan termasuk HD, bisa melayani secara maksimal, " tegasnya.

Baca: Kejari Dumai Deklarasi Integritas WBK dan WBBM

Terkait kondisi ini, Novil mengharapkan, pemerintah daerah untuk dapat memberikan dukungan dalam Penambahan, baik dari sisi fasilitas pelayanan, Sumber Daya Manusia dan juga Anggaran.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved