Rokan Hulu

Target Maret Beroperasi, RSUD Rohul Belum Bisa Fungsikan Layanan Cuci Darah

Layanan cuci darah atau Hemodialisa (HD) belum bisa beroperasi di RSUD Rokan Hulu (Rohul). Padahal di rumah sakit ini tersedia 4 unit alat cuci darah.

Target Maret Beroperasi, RSUD Rohul Belum Bisa Fungsikan Layanan Cuci Darah
shutterstock
Ilustrasi metode cuci darah. 

 TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Layanan cuci darah atau Hemodialisa (HD) belum bisa beroperasi di RSUD Rokan Hulu (Rohul).

Padahal di rumah sakit ini tersedia 4 unit alat cuci darah. Penyebabnya, pihak rumah sakit masih terkendala mencari dokter pengganti yang ditunjuk untuk menangani unit cuci darah itu.

Demikian diungkapkan Direktur RSUD Rohul dr Novil, Selasa (26/2/2019).

Dituturkan Novil, pihaknya sudah mempersiapkan 2 dokter untuk menjalankan Unit Hemodialisa, yaitu dr Efrianto sepesialis penyakit dalam dan dr Mahernie Lubis, dokter umum, serta 3 perawat.

Para dokter dan perawat yang nantinya membidangi unit tersebut juga sudah diberikan pelatihan khusus.

"Persoalannya, perpindahan dokter ke HD ini, berakibat kekosongan pada Unit Gawat Darurat (UGD). Apalagi, sebelum ada HD, kita juga sudah mengalami kekurangan 5 dokter jaga untuk menjamin pelayanan," urainya.

Novil menjelaskan, pelayanan RSUD idealnya diisi oleh minimal satu dokter ruangan dan satu dokter UGD.

Namun, karena kekurangan dokter, selama ini satu dokter terpaksa merangkap sebagai dokter UGD dan dokter ruangan.

Kekurangan dokter dan perawat ini, ke depan akan semakin bertambah karena ada 9 tenaga medis di RSUD yang lulus CPNS, namun penempatannya tidak di RSUD, melainkan di puskesmas.

"Makanya agar kekurangan dokter dan perawat di RSUD Rohul ini tidak terus meningkat, kita sudah buat telaah staf ke Dinkes dan BKD untuk menindaklanjuti, sehingga seluruh unit layanan termasuk HD, bisa melayani secara maksimal," paparnya.

Terkait kondisi ini, Novil mengharapkan, pemerintah daerah untuk dapat memberikan dukungan dalam penambahan, baik dari sisi fasilitas pelayanan, sumber daya manusia serta anggaran.

Hal ini penting untuk mempertahankan predikat RSUD Rohul yang sudah terakreditasi secara nasional.

Di samping juga dapat melakukan inovasi pelayanan, serta terobosan dalam meningkatkan unit pelayanan lainnya.

Saat disinggung kapan target pengoperasian unit cuci darah, Novil mengatakan, pihaknya akan berupaya mengoperasikan layanan ini pada Maret 2019 mendatang. Sesuai kesepakatan dengan persatuan nefrologi Indonesia Sumatera Tengah.

"Target kita tetap Maret beroperasi. Jika tidak ada tindak lanjut dari pemerintah terkait kekurangan dokter ini, solusinya RSUD terpaksa mengangkat dokter yang dibiayai melalui BLUD. Jika itu terjadi, semakin memberatkan keuangan RSUD akibat utang dan tunda bayar obat," ucap Novil. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved