Pelalawan

Bupati Pelalawan HM Harris Tepis Isu Jual Beli Jabatan

Bupati Pelalawan HM Harris menepis isu-isu jual beli jabatan saat pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Pelalawan.

Bupati Pelalawan HM Harris Tepis Isu Jual Beli Jabatan
Tribun Pekanbaru/Palti Siahaan
Ketua PN Pelalawan Nelson Angkat SH, MH (tengah), Bupati Pelalawan HM Harris, Kapolres AKBP Kaswandi Irwan, Kajari Pelalawan Nophy T Sout (paling kanan), BNN Pelalawan (paling kiri), Ketua Pengadilan Agama (dua dari kiri) dan Perwakilan Dandim 0313/KPR. 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALANKERINCI - Bupati Pelalawan HM Harris manfaatkan momen pencanangan zona bebas korupsi di lingkungan PN Pelalawan untuk menjawab mengenai isu jual beli jabatan awal pekan lalu. Harris menegaskan hal itu hanya sebatas isu.

Ketika menyampaikan kata sambutan, awalnya Harris bercanda soal fisiknya yang terbilang tidak tinggi. Ia membandingkan fisik Ketua PN Pelalawan Nelson Angkat SH, MH yang tinggi.

Setelah bercanda, ia pun menyinggung isu jual beli jabatan saat pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Pelalawan.

"Isu- isu dapat uang dari BKD. Isu-isunya harus nyetor ke BKD," kata Harris.

Harris menegaskan hal tersebut hanya isu saja. Hingga saat ini tidak terbukti. Dikatakannya, penentuan pejabat eselon III dan IV dilakukan kepala OPD, lalu kepala OPD mengusulkan kepada bupati.

Masih dalam sambutan yang sama, dikatakannya, pihaknya juga membuat perjanjian saat pelantikan. Perjanjian tersebut mengenai target dan tidak bermasalah.

"Ini agar OPD bersih dan bagus pelayanan ke publik. Sama - sama kita berantas korupsi," katanya.

Pelantikan yang dilakukan Harris disertai nada miring yakni pelantikan pejabat eselon III dan IV yang digelar malam tahun baru 2019. Ada 210 Orang pejabat struktural eselon III dan IV dilantik.

Usai pelantikan beredar isu miring. Mulai dari adanya jual beli jabatan, penempatan tidak sesuai dengan kemampuan dasar pejabat.

Ada isu pejabat yang terlibat narkoba dari hasil tes urine ikut dilantik dan ada juga pejabat yang berpoligami juga dilantik. Ada pejabat yang berprestasi serta mendapatkan penghargaan justru nonjob.

Isu suksesi persiapan kepemimpinan Pelalawan 2021 juga menyeruak keras pada pelantikan tersebut.

Soal eselon IV berprestasi serta mendapat penghargaan sebagai Kasubag terbaik namun nonjob berada di Diskominfo dan di Dishub.

Pejabat terlibat narkoba dan poligami, pernah dikonfirmasi ke Kepala BKP2D Pelalawan Edi Suriandi. Kala itu Edi menantang wartawan untuk memberikan bukti. "Mana buktinya," tantangnya.

Asisten II Pemkab Pelalawan Atmonandi mengaku tidak mengetahui soal isu-isu yang beredar terkait pelantikan pejabat. "Saya tidak ada dengar isu itu, " katanya, Kamis (28/2/2019).
(tribunpelalawan.com/palti siahaan)

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved