Kampar

Industri Kerajinan Batik Muara Takus, Jadi Peluang Tambahan Penghasilan Para Ibu di Kampar Riau

Kini sudah mulai banyak juga dipasarkan umum. Perlembar kain batik ini dibanderol mulai harga Rp 180 ribu hingga Rp 300 ribu tergantung dari corak

Industri Kerajinan Batik Muara Takus, Jadi Peluang Tambahan Penghasilan Para Ibu di Kampar Riau
Tribunpekanbaru/Ikhwanul Ruby
Seorang warga Kampar tampak sedang membuat hiasan motif pada bidang kain yang nantinya menjadi Batik Muara Takus. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Produk industri kreatif batik tidak hanya jadi dominasi kebudayaan di daerah jawa saja, di Riau juga ada produksi batik. Dari sekian banyak produk batik yang dihasilkan industri kreatif di Riau, salah satu produknya ada yang dikenal dengan nama Batik Muara Takus Kampar.

Kain batik bercorak khas lingkungan dan ciri khas Kabupaten Kampar ini di produksi oleh Rumah Batik Kampar yang berada di PLUT Kampar di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar.

Di gedung yang bergabung dengan kantor PLUT Kampar Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar ini para ibu yang berasal dari Kecamatan Tambang dan Tapung berkarya dengan menggoreskan berbagai motif unik khas Kampar dengan menggunakan canting.

Penuh ketelatenan para ibu menggoresakan tinta di canting pada selembar kain untuk menciptakan karya yang benilai jual lebih.

Baca: Selamat Hari Batik Nasional: Ini Sejarah Kain dan Titik di Indonesia yang Diakui Dunia

Ada belasan ibu yang menjadi pembatik ditempat ini.

Dalam memproduksi produk kreatif ini tidak hanya menuntut ketelatenan, tetapi juga dibutuhkan kesabaran karena satu lembar kain Batik Muara Takus Kampar tersebut di produksi minimal selama dua hari.

Kordinator Pembatik di Rumah Batik Kampar PLUT Kampar Kecamatan Tambang, Nurul Hidayati, Jumat (1/3) mengatakan dari membatik ini para ibu menambah penghasilan rumah tangganya.

"Cukuplah dari hasil membatik ini mencukupi kebutuhan makan dan biaya sekolah anak," ucapnya.

Ia mengatakan karena ketelatenan para ibu pembatik perbulannya Rumah Batik yang berada dibawah binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kampar tersebut mampu menghasilkan sekitar 200 kain.

Baca: HEBOH, Fotonya Berbaju Batik Diserbu Warganet Indonesia, Miss Grand Malaysia 2018 Beri Respon Begini

Pemasaran dari produk kreatif ini kini banyak diedarkan untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar. Selain itu juga di pasarkan umum.

Halaman
12
Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved