Indragiri Hilir

Kronologi Penikaman Gustian Nanda oleh ZH di Inhil Riau, Berawal dari Minum Tuak Bersama-sama

Polres Inhil menggelar ekspos kasus penganiayaan berat yang dilakukan ZH (20) kepada Gustian Nanda (19).

Kronologi Penikaman Gustian Nanda oleh ZH di Inhil Riau, Berawal dari Minum Tuak Bersama-sama
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Indra Lamhot Sihombing, S.IK memimpin press relase penganiayaan berat yang menghadirkan tersangka ZH dan barang bukti sebilah pisau dan baju korban di Aula Mapolres Inhil, Kamis (28/2/2019). 

Kronologi Penikaman Gustian Nanda oleh ZH di Inhil Riau, Berawal dari Minum Tuak Bersama-sama

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Polres Inhil menggelar ekspos kasus penganiayaan berat yang dilakukan ZH (20) kepada Gustian Nanda (19).

Akibat penganiayaan yang terjadi Jumat (15/2/2019) lalu, Gustian Nanda meninggal.

Dalam press release diungkapkan, insiden itu berawal dari minuman tradisonal jenis tuak yang di konsumsi oleh tersangka bersama korban serta teman–temannya.

Teman-temannya tersebut antara lain, M Riko Ramadhan alias Acin, Rendi Riandy dan Santo Eko Putra alias Eko.

Baca: 33 Titik Api Terpantau Hari ini di Wilayah Kepulauan Meranti Riau

Peristiwa terjadi di sebuah ruko di Jalan Guru Hasan, Jum’at (15/2/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Inhil AKP. Indra Lamhot Sihombing, S.IK mengisahkan, karena pengaruh minuman keras, tiba-tiba Acin dan Rendi berdiri dan ingin berkelahi di saat waktu sudah dini hari, Sabtu (16/2/2019) sekitar pukul 03.30 WIB

"Korban yang merupakan teman dekat Rendi pun juga ikut berdiri, begitu tersangka yang juga teman dekat Acin," ujar Kasat dalam press release tindak pidana penganiayaan berat yang juga menghadirkan ZH di Ruang Aula Mapolres Inhil, Kamis (28/2/2019) sekitar pukul 09.00 WIB.

Selanjutnya saat Acin dan Rendi saling dorong, korban menepis tangannya dan mengenai kepala tersangka sehingga merasa korban membela Rendi dan terjadi juga perkelahian antara keduanya.

Acin dan Rendi pun meninggalkan TKP karena terjadi kejar mengejar saling serang antara keduanya yang di ikuti oleh Eko, sehingga di TKP hanya tinggal korban dan tersangka.

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved