Gojek Diingatkan Keluar dari Zona Perang Tarif

Gojek disarankan keluar dari zona perang tarif yang dinilai gencar dilakukan kompetitor dan tak terpancing untuk terlibat semakin dalam.

Gojek Diingatkan Keluar dari Zona Perang Tarif
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Pendiri layanan ojek berbasis aplikasi online GoJek, Nadiem Makarim, berfoto di kantor pusat GoJek di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (1/3/2016). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Gojek disarankan keluar dari zona perang tarif yang dinilai gencar dilakukan kompetitor dan tak terpancing untuk terlibat semakin dalam.

Karena, hal itu dinilai akan mengancam kelangsungan usaha serta menghambat inovasi dalam investasi teknologi.

"(Perang tarif berkepanjangan) sangat tidak sehat. Mengganggu inovasi karena profit turun akibat banyak bakar uang di promo tarif, dan dampaknya akan merugikan mitra pengemudi juga,” kata Harryadin Mahardika, pengamat industri digital dari Universitas Indonesia, di Jakarta, Minggu (3/2/2019).

Menurutnya, Gojek sudah punya desain dan ekosistem bisnis yang lebih matang, sehingga memiliki konsumen dan mitra pengemudi yang loyal.

Keunggulan ini, katanya, merupakan modal yang jauh lebih berharga ketimbang ikut berusaha menguasai pasar lewat strategi perang tarif.

Selain unggul dalam inovasi pengembangan layanan, faktor lain yang membuat Gojek lebih menarik, menurut Harryadin, adalah fleksibilitas manajemen dalam menerima aspirasi mitra pengemudi.

Kemampuan menjaga hubungan dengan mitra pengemudi, menurutnya, telah menjadi pembeda sehingga menciptakan rasa nyaman. "Gojek relatif lebih minim mendapat komplain," ujarnya.

Lebih lanjut, Harryadin menyarankan Gojek untuk lebih fokus mengandalkan inovasi dan peningkatan layanan, dibanding membakar uang lewat perang tarif. Strategi ini ia yakini lebih ampuh membentuk kesetiaan konsumen dan mitra pengemudi. (tribunnews)

Editor: kasri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved