Rokan Hulu

Polisi Minta Keterangan Pemilik Kafe yang Dirazia di Rohul

AKP Supriyana mengungkapkan, saat operasi, tiga dari empat kafe tutup, sedangkan satu kafe lagi lampu menyala, namun polisi tidak menemukan aktifitas

Polisi Minta Keterangan Pemilik Kafe yang Dirazia di Rohul
Istimewa
Kasat Narkoba dan Kasat Binmas memberikan pengarahan dan mendata pemilik kafe agar tidak membuka kafe lagi. 

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Demi memberantas penyakit masyarakat (pekat), serta menjaga ketertiban umum, personel gabungan Polres Rokan Hulu (Rohul) menggelar Operasi Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) di Jalan Lingkar Pasirpangaraian, Kecamatan Rambah pada Sabtu malam (2/3).

Operasi melibatkan personel dari Satuan Binmas, Satuan Reserse Narkoba, Satuan Reskrim, Satuan Sabhara, satuan intel dan Satuan Lantas Polres Rohul. Tim mendatangi empat warung remang-remang atau kafe di sekitaran Jalan Lingkar.

Kasat Binmas Polres Rokan Hulu AKP Supriyana mengungkapkan, Ops K2YD melibatkan personel gabungan atas perintah Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua.

AKP Supriyana mengungkapkan, saat operasi, tiga dari empat kafe diketahui tutup, sedangkan satu kafe lagi lampu menyala, namun polisi tidak menemukan ada aktivitas atau pengunjung dan minuman keras di lokasi ini.

Dari kafe milik pria bernama Ucok ini, personel gabungan yang dipimpin Kasat Binmas Polres Rohul, AKP Supriyana dan Kasat Narkoba Polres Rohul AKP Masjang Effendi, meminta keterangan dan mendata pemilik serta empat wanita yang ada di kafe tersebut.

"Ada satu kafe yang dibuka, tapi tidak ada kedapatan minuman keras di situ," terangnya, didampingi AKP Masjang Effendi.

AKP Supriyana menjelaskan, pemberantasan pekat harus dilakukan secara terus menerus, sehingga kegiatan masyarakat ini tidak menimbulkan hal yang lain.

Kapan saja yang meresahkan masyarakat, baik tuak, bir, bir hitam dan semuanya yang bisa memancing menjadi lingkungan yang tidak aman harus ditertibkan," sebutnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat Rohul, khususnya masyarakat di Pasirpangaraian untuk tidak mengunjungi tempat-tempat negatif, demi untuk keselamatan dan keamanan bersama.

"Biarpun itu gimana juga menjadi larangan agama dan peraturan-peraturan pemerintah yang berlaku di Kabupaten Rokan Hulu ini," pungkasnya. (Tribunrohul.com/donny kusuma putra)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved