Taruh Material Bangunan di Badan Jalan, Satpol PP Dumai Tegur Pelaksana Proyek

Pelaksana proyek median jalan di Jalan HR Soebrantas Dumai, menaruh material bangunan di badan jalan sehingga merugikan pengguna jalan lain.

Taruh Material Bangunan di Badan Jalan, Satpol PP Dumai Tegur Pelaksana Proyek
tribun pekanbaru
Petugas Satpol PP Dumai menegur kontraktor pembangunan median jalan di Jalan HR Soebrantas, karena meletakkan material pembangunan di badan jalan sehingga merugikan dan membahayakan pengguna jalan. 

tribunpekanbaru.com - Satpol PP Kota Dumai melakukan pengawasan terhadap sejumlah pelaksanaan proyek jalan yang ada di wilayah Kota Dumai.

Di antara proyek yang diawasi adalah proyek pembangunan median jalan HR Soebrantas. Di tempat ini, pelaksana proyek mendapat teguran langsung dari Satpol PP.

Disampaikan oleb Kepala Satpol PP Kota Dumai, Bambang Wardoyo, saat dilaksanakan pengerjaan proyek jalan, pelaksana proyek tidak dibenarkan meletakkan material pembangunan di badan jalan. Karena hal itu akan mengganggu pengguna jalan lain.

"Dengan meletakkan material bangunan di badan jalan, ruas jalan tentu menjadi semakin sempit dan hal ini jelas merugikan pengendara lain sebagai pengguna jalan," ungkap Bambang pada Minggu (3/3).

Diterangkannya, pada pengawasan yang dilakukan sejak minggu lalu itu, pihaknya menemukan banyak material bangunan yang digunakan proyek pembangunan, yang diletakkan di atas badan jalan sehingga membuat badan jalan menjadi sempit dan mengganggu pengguna jalan.

Bambang menegaskan, pihak pengerjaan proyek harus memindahkan material bangunan tersebut ke tempat lain sehingga tidak mempersempit ruas jalan dan tidak mengganggu para pengendara yang menggunakan jalan tersebut.

"Kendaraan banyak yang hilir mudik di jalan ini, jangan lah materialnya diletakkan di tengah badan jalan. Sebab masyarakat sebagai pengendara dan pengguna jalan tentu saja merasa dirugikan," kata Bambang.

Dilanjutkan Bambang, dia sudah mengingatkan kepada kontraktor pembangunan agar lebih tertib dalam melakukan pekerjaan di lapangan, dan tidak merugikan warga lain yang ada di sekitar lokasi pengerjaan proyek.

"Rata-rata pekerjanya yang saya temui, mereka umumnya mengaku tidak tahu. Harusnya, kontraktor sebagai pemborongnya tertib dan pekerjanya diarahkan untuk melakukan segala sesuatunya dengan benar dong," ujar Bambang lagi. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved